kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

IHSG Turun 0,77% dalam Sepekan, Ini Penyebabnya


Sabtu, 18 Desember 2021 / 06:15 WIB


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau dan meningkat 0,11% ke level 6.601,93 pada perdagangan Jumat (17/12). Namun, dalam sepekan IHSG terpantau terkoreksi 0,77%.

Analis Artha Sekuritas, Dennies Christopher Jordan mengungkapkan, terkoreksinya IHSG pada seminggu terakhir tak lepas dari kekhawatiran pelaku pasar atas munculnya kasus covid omicron pertama, Kamis (16/12).

Selanjutnya, ia memandang pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan terkait kasus covid omicron di Indonesia. Sementara pada awal pekan, investor dinilai cenderung wait and see jelang kebijakan The Fed akan suku bunga.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya menambahkan, masih melambatnya perputaran roda perekonomian hingga saat ini menjadi salah satu tantangan bagi kinerja emiten.

Baca Juga: Berikut Sejumlah Sentimen yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG Sepekan Ini

“Hal ini tentunya menjadi salah satu faktor yang memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” katanya dalam riset, Jumat (17/12).

Sedangkan, William bilang, jika sepintas melihat rilis data perekonomian perihal ritel AS yang mengalami peningkatan, terutama pada kebutuhan kendaraan roda empat dan belanja online pada November, memperlihatkan kondisi perekonomian global yang mulai terdapat peningkatan.

Menurutnya hal ini dapat menjadi salah satu sentimen positif terhadap pergerakan pasar global yang tentunya juga sedikit banyak memberikan sentimen positif terhadap pasar modal Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×