kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

IHSG Tertekan Sentimen Global, Cermati Proyeksi dan Saham Rekomendasi Analis


Kamis, 24 September 2026 / 20:18 WIB
IHSG Tertekan Sentimen Global, Cermati Proyeksi dan Saham Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Pelemahan IHSG merupakan kombinasi antara sentimen global yang semakin kuat dan kondisi domestik yang mendorong investor bersikap lebih defensif. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

Sebaliknya, apabila level 6.230 ditembus secara meyakinkan, risiko pelemahan IHSG akan meningkat menuju area 6.035 hingga support psikologis 6.000.

"Saya belum melihat konfirmasi bahwa pasar sudah memasuki bearish panjang yang tidak terbantahkan, tetapi struktur jangka pendek memang masih rapuh dan investor sebaiknya tidak menganggap setiap kenaikan sebagai tanda bahwa tren turun sudah berakhir," kata Hendra.

Untuk beberapa sesi ke depan, Hendra memperkirakan IHSG masih bergerak volatil dengan kecenderungan defensif. Jika level 6.230 bertahan dan tekanan dari yield US Treasury serta rupiah mulai mereda, IHSG berpeluang rebound menuju 6.371 kemudian 6.447.

Apabila 6.447 berhasil ditembus, ruang pemulihan berikutnya dapat mengarah ke 6.586. Sebaliknya, jika 6.230 ditembus, target pelemahan berikutnya berada di kisaran 6.035 hingga 6.000.

Baca Juga: IHSG Bisa Rebound Hari Ini? Intip Juga Rekomendasi Saham dari Analis

"Dengan demikian, area 6.230 saat ini bukan sekadar support teknikal biasa, tetapi menjadi critical level yang akan menentukan apakah koreksi hanya menjadi konsolidasi dalam atau berkembang menjadi penurunan yang lebih panjang," paparnya.

Di tengah tekanan IHSG, Hendra masih melihat peluang pada saham dengan permintaan domestik relatif kuat, bisnis yang mudah dipahami dan katalis individual yang tidak terlalu bergantung pada arus dana asing.

Untuk strategi trading, ICBP masih menarik dicermati dengan rekomendasi speculative buy dan target harga Rp 7.425 per saham. Menurut Hendra, bisnis consumer staples memberikan dukungan yang relatif defensif terhadap permintaan produk.

MAPI juga dapat dicermati dengan rekomendasi speculative buy dan target harga Rp 1.695 per saham. Eksposur terhadap konsumsi domestik dan segmen ritel menjadi katalis yang diperhatikan.

 

Sementara ERAA direkomendasikan speculative buy dengan target harga Rp 670 per saham. Bisnis distribusi dan ritel perangkat teknologi dinilai memiliki katalis dari siklus pergantian perangkat serta perkembangan ekosistem digital.

Meski demikian, Hendra menilai ketiga saham tersebut tetap perlu ditransaksikan secara bertahap dan dengan disiplin terhadap risiko. Fundamental yang baik tidak otomatis membuat harga saham terbebas dari tekanan IHSG dan foreign outflow.

Baca Juga: IHSG Koreksi 1,42% Sepekan, Ini Proyeksi Level IHSG dan Sentimen Penggeraknya

"Masalahnya bukan semata-mata apakah fundamental perusahaan masih baik, tetapi apakah investor global kembali percaya bahwa risiko Indonesia sepadan dengan return yang ditawarkan," pungkasnya.

Selama yield US Treasury tinggi, dolar AS kuat, rupiah tertekan, harga minyak tinggi dan asing masih mencatat net sell, Hendra melihat ruang IHSG untuk menguat cenderung terbatas.

Karena itu, investor jangka pendek perlu mencermati level 6.230 sebagai penentu arah pergerakan berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×