kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG terkapar, berikut saham-saham LQ45 yang berhari-hari terpuruk


Jumat, 28 Februari 2020 / 07:15 WIB


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melempem. Kamis (27/2), IHSG rontok 2,69% ke level 5.535,69. Indeks saham LQ45 terkoreksi lebih tajam sebesar 3,24%.

Beberapa saham LQ45 masih meneruskan tren koreksi. Ada beberapa saham LQ45 yang harganya sudah turun tiga hari, empat hari, lima hari dan bahkan sampai 11 hari perdagangan secara berturut.

Baca Juga: IHSG anjlok 15,21% sejak awal tahun, baca lagi nasihat Eyang Ratman

Saham apa saja? Lihat daftarnya berikut ini:

1. Saham LQ45 yang turun selama tiga hari berturut: ICBP

2. Saham LQ45 yang melemah selama empat hari berturut: GGRM, TLKM

3. Saham LQ45 yang turun selama lima hari beruntun: AKRA, ANTM, BBNI, BRPT, CPIN, INTP, INCO, JPFA, KLBF, LPPF, PTPP, SMGR

4. Saham LQ45 yang terkoreksi selama 11 hari beruntun: HMSP

Baca Juga: IHSG anjlok 2,69% ke 5.535 pada akhir perdagangan Kamis (27/2)

Sementara saham LQ45 dengan penurunan harga terdalam harian, Kamis (27/2):

1. INCO (-8,71% | Rp 2.620)

2. BBRI (-7,81% | Rp 4.130)

3. PGAS (-7,36% | Rp 1.385)

Baca Juga: IHSG berpotensi menguji support kuat di 5.500 jelang akhir pekan

Sebaliknya saham LQ45 dengan kenaikan harga tertinggi harian, Kamis (27/2):

1. MNCN (1,57% | Rp 1.290)

2. JSMR (0,63% | Rp 4.800)

Baca Juga: Bursa saham Asia terpuruk, rekor penjualan bersih asing pun tercipta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×