kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

IHSG terjun 1,21% pada perdagangan Jumat (24/7), berikut pemicunya


Jumat, 24 Juli 2020 / 19:40 WIB


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. IHSG berakhir di zona merah dengan penurunan 1,21% ke posisi 5.082,99 pada perdagangan Jumat (24/7). Ini menjadi penurunan terdalam selama lima hari perdagangan terakhir.

Meskipun begitu, sebenarnya IHSG cenderung bergerak variatif pada pekan ini. Jika dilihat dalam seminggu ke belakang, IHSG masih mencatatkan kenaikan tipis 0,07%.

Baca Juga: IHSG anjlok 1,21% ke 5.082 ke pada akhir perdagangan Jumat (24/7), asing lepas TLKM

Akan tetapi, investor asing masih mencatatkan aksi jual di seluruh pasar dengan nilai bersih Rp 973,21 miliar dalam sepekan ke belakang. Dari segi nilai, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) menjadi tiga saham yang paling banyak dilepas asing.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan, sektor yang mendorong penurunan IHSG pada hari ini adalah barang konsumsi dan aneka industri. Pasalnya, kedua sektor tersebut mencatatkan penurunan terdalam, yakni 1,86% dan 1,76%.

"Pelemahan IHSG juga diakibatkan oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap adanya resesi yang mana Bank Indonesia memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 akan negatif," tutur Dennies dalam risetnya, Jumat (24/7).

Baca Juga: Disgorgement fund dinilai bisa membingungkan investor, ini sebabnya

Di samping itu, pergerakan IHSG juga masih dibayangi oleh tingginya kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×