kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IHSG Tembus 7.000, Begini Proyeksi dan Rekomendasi Saham Untuk Kamis (21/9)


Rabu, 20 September 2023 / 20:33 WIB
IHSG Tembus 7.000, Begini Proyeksi dan Rekomendasi Saham Untuk Kamis (21/9)
ILUSTRASI. Rabu (20/9), IHSG naik 0,45% atau 31,36 poin ke 7.011,68 di akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).


Reporter: Recha Dermawan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dan tembus di atas level 7.000 pada perdagangan hari ini. Rabu (20/9), IHSG naik 0,45% atau 31,36 poin ke 7.011,68 di akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, IHSG membentuk pola three white soldiers. Dia memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran resistance 7.100, pivot 7.050, dan support 7.000 pada Kamis (21/9) 

Potensi penguatan IHSG didukung oleh terbentuknya rising window bersamaan dengan penguatan Rabu (20/9) yang didukung golden cross pada MACD. Satu hal yang menjadi perhatian saat ini adalah kecenderungan penurunan volume transaksi selama rally IHSG di 19 -20 September 2023.

“Pasar mempersiapkan diri dengan potensi pidato Kepala the Fed, Jerome Powell yang lebih dovish dari perkiraan dalam sebulan terakhir. “ kata Alrich.

Baca Juga: IHSG Tembus 7.000, Investor Jangan Terbuai Euforia Sesaat

Pasalnya, ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan the Fed Rate di Federal Open Market Committee (FOMC) November 2023 terus menurun. Faktor lainnya adalah kecenderungan penguatan USD Index sebesar 5% dalam sebulan terakhir.

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) diyakini kembali mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% (21/9).

Kondisi inflasi yang relatif stabil dalam batas asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 menjadi salah satu faktor yang diyakini mendasari kebijakan tersebut.

Menurut Alrich, pasar dapat mencermati peluang penguatan lanjutan pada saham bank seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Tabungan Negara (BBTN). 

Selain itu pelaku pasar bisa mencermati saham Telkom Indonesia (TLKM), Unilever Indonesia (UNVR), Indofood Sukses Makmur (INDF) dan Adaro Energy Indonesia (ADRO). Lalu potensi rebound pada Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan Alfamart (AMRT).

Baca Juga: IHSG Tembus di Atas 7.000, Begini Prediksi Hingga Akhir Tahun

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG esok akan bergerak terkoreksi dengan support di 6.953 dan resistance di 7.020. 

“Investor akan menanti rilis data FOMC dan RDG BI yang akan muncul besok.” kata Herditya.

Untuk saham dapat cermati PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dengan target harga Rp 870-Rp 950 dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan target harga Rp 1.765-Rp 1.820.

Baca Juga: IHSG Naik 0,45% ke 7.011 Hari Ini (20/9), SRTG, BRIS, EMTK Top Gainers LQ45

Head of Research InvestasiKu, Cheril Tanuwijaya mengatakan IHSG berpotensi konsolidasi melemah karena penutupan hari ini membentuk pola shooting star yang menandakan potensi pelemahan pada jangka pendek.

“Pelaku pasar tentunya juga akan mencerna komentar dan proyeksi dari Federal Open Market Committee atau FOMC subuh nanti,” kata Cheril.

Menurut Cheril, IHSG berpotensi konsolidasi melemah dengan range 6.950-7.030

Menurutn dia, saham yang menarik pada perdagangan esok adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan target harga Rp 1.900 dan stop loss Rp 1.800, dan PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) dengan target harga Rp 120 dan stop loss Rp 108.

Menurut Cheril, IHSG akan terus menguat hingga akhir tahun bahkan bisa mencapai angka 7.500 karena harapan baru dari kampanye apalagi mengingat pendaftaran Calon Presiden Indonesia dimajukan sehingga memberikan kejelasan bagi investor

“Harga komoditas energi juga ternyata kembali menguat akibat gangguan supply karena bencana alam di beberapa negara produsen komoditas energi dan permintaan energi murah yaitu batu bara juga naik di tengah masa pemulihan ekonomi global ini” kata Cheril.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×