kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG rehat di rekor tertinggi


Selasa, 07 November 2017 / 12:17 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Merangkak naik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa (7/11). Hingga tengah hari ini, IHSG naik 6,99 poin atau 0,12% ke level 6.057,81.

Enam sektor menguat dan empat sektor masih bergerak di zona merah. Sektor pertambangan mencatat kenaikan tertinggi, yakni 0,77%. Sektor aneka industri pun naik 0,59%.

Sektor barang konsumer naik 0,34%. Sektor manufaktur terangkat 0,27%. Sektor infrastruktur menanjak 0,06%. Sementara sektor keuangan naik tipis 0,02%.

Empat sektor yang melemah adalah sektor perkebunan 0,24%, sektor konstruksi 0,23%, sektor industri dasar 0,19% dan sektor perdagangan 0,09%.

Hingga siang ini, volume transaksi mencapai 4,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,34 triliun. Sebanyak 164 saham menguat, 135 saham melemah, dan 130 saham bergerak flat.

Saham-saham sektor tambang menduduki top gainers pada indeks LQ45 hingga siang ini. Saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat kenaikan 4,17%. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 3,47%, dan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 2,77%.

Di sisi sebaliknya, saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memimpin top losers dengan penurunan harga 2,35%. Di belakangnya, saham dari grup yang sama, yakni PT Global Mediacom Tbk (BMTR) turun 1,68%. Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 1,52%.

Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih Rp 65,65 miliar di seluruh pasar. Penjualan bersih terbesar adalah saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk(TLKM) Rp 40,3 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 33,3 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 23,1 miliar.

Akumulasi pembelian asing tampak pada saham GGRM Rp 45,8 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 14,3 miliar, dan PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) Rp 8,9 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×