kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

IHSG Rebound, Analis Sebut Belum Tanda Akhir Fase Bearish


Rabu, 17 Juni 2026 / 20:45 WIB
IHSG Rebound, Analis Sebut Belum Tanda Akhir Fase Bearish
ILUSTRASI. IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat tertekan. Meski begitu, pelaku pasar diingatkan untuk tidak buru-buru menyimpulkan bahwa fase bearish telah berakhir.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai, penguatan IHSG saat ini lebih mencerminkan technical recovery ketimbang pembalikan tren secara struktural.

“Masih terlalu dini untuk menyebut fase bearish sudah berakhir. Ini lebih ke technical rebound, bukan structural reversal,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: MBMA Bakal Buyback Rp 1,46 T, Saham Naik 15% Tapi Masih Jauh Dari Target Konsensus

Ia menjelaskan, konfirmasi pembalikan tren secara permanen memerlukan sejumlah katalis. Di antaranya, tidak adanya penurunan peringkat oleh MSCI dalam evaluasi 24 Juni, stabilitas nilai tukar rupiah di bawah Rp 17.500 per dolar AS, serta aliran dana asing masuk (net buy) yang konsisten setidaknya selama tiga pekan berturut-turut.

Untuk jangka pendek, Wafi memperkirakan IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.065 hingga 6.233 hingga akhir semester I-2026. Jika hasil evaluasi MSCI cenderung positif, IHSG berpeluang ditutup di rentang 6.200 hingga 6.500.

Sementara itu, untuk sepanjang 2026, ia mematok target IHSG pada kisaran 6.800 hingga 7.200 dalam skenario dasar. Adapun dalam skenario optimistis, IHSG bisa menembus level 7.500. Sebaliknya, dalam skenario pesimistis, terutama jika terjadi downgrade ke pasar frontier, IHSG berpotensi melemah ke kisaran 5.200 hingga 5.500.

Lebih lanjut, Wafi mengingatkan sejumlah sentimen negatif yang perlu dicermati investor dalam jangka pendek. Pertama, hasil evaluasi MSCI yang berpotensi memengaruhi aliran dana global. Kedua, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,75% apabila rupiah kembali tertekan.

Ketiga, rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari ekspektasi. Kondisi ini berpotensi mendorong sikap hawkish bank sentral AS dan memberikan tekanan terhadap aset-aset di emerging markets, termasuk Indonesia.

Di tengah dinamika tersebut, Wafi masih melihat sejumlah saham berkapitalisasi besar yang prospektif. Ia merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Baca Juga: Antam (ANTM) Diproyeksi Catat Kinerja Terkuat Kuartal III-2026, Didukung Emas & Nikel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×