Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (21/4/2026), di tengah dominasi sentimen global.
Pada penutupan perdagangan Senin (20/4/2026), IHSG ditutup melemah 0,52% ke level 7.594,11. Koreksi ini terjadi meskipun nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat, serta bursa global dan mayoritas bursa Asia mencatatkan penguatan.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, tekanan terhadap IHSG dipicu oleh kembali meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya terkait penutupan Selat Hormuz.
Baca Juga: Jelang RDG BI, Tekanan Rupiah Diperkirakan Berlanjut
“Pergerakan IHSG masih didominasi oleh sentimen global, di mana Selat Hormuz kembali ditutup setelah sempat dibuka,” kata Herditya kepada Kontan, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh koreksi pada saham-saham konglomerasi yang memiliki bobot besar terhadap indeks.
Untuk perdagangan Selasa (21/4/2026), Herditya memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan.
“Pergerakan IHSG masih rawan koreksi dengan support di 7.530 dan resistance di 7.617,” jelasnya.
Menurutnya, pelaku pasar saat ini juga cenderung menahan diri sembari menantikan keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) pada pekan ini.
Di tengah kondisi tersebut, ia merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, yakni TAPG di kisaran Rp1.945–Rp2.050, VKTR Rp1.005–Rp1.025, serta MBMA di rentang Rp795–Rp865.
Baca Juga: COCO Kantongi Restu Right Issue, Siapkan Terbitkan 10,67 Miliar Saham Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













