kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.909   39,00   0,22%
  • IDX 5.662   -158,81   -2,73%
  • KOMPAS100 729   -22,79   -3,03%
  • LQ45 556   -16,70   -2,91%
  • ISSI 197   -4,68   -2,32%
  • IDX30 316   -8,75   -2,69%
  • IDXHIDIV20 390   -11,13   -2,78%
  • IDX80 83   -2,56   -2,99%
  • IDXV30 106   -2,28   -2,10%
  • IDXQ30 102   -2,82   -2,69%

IHSG merosot 1,82% hingga akhir perdagangan sesi I


Senin, 17 September 2018 / 12:34 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun makin dalam pada penutupan perdagangan sesi I. Senin (17/9) pukul 12.00 WIB, IHSG ditutup turun 1,82% atau 107,70 poin ke 5.823,58.

Penurunan terjadi di seluruh sektor. Penurunan terbesar adalah sektor aneka industri 2,79% disusul sektor infrastruktur 2,60%. Sektor manufaktur turun 2,12% dan sektor barang konsumer turun 2,03%. 

Penurunan terkecil adalah sektor konstruksi 0,78% dan sektor perdagangan 0,92%. Hingga siang ini, total volume transaksi bursa mencapai 4,72 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,60 triliun.

Sebanyak 231 saham turun harga. Masih ada 120 saham yang menguat dan 102 saham flat.

Hingga siang ini, hanya lima saham penghuni LQ45 yang harganya naik. Tiga saham dengan kenaikan terbesar adalah:

  • PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) 0,59%
  • PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) 0,55%
  • PT Adhi Karya Tbk (ADHI) 0,37%

Sedangkan top losers LQ45 adalah:

  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) -4,72%
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) -4,44%
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) -4,32%

Investor asing mencatat penjualan bersih Rp 47,15 miliar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah BMRI Rp 43 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 24,9 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 16,6 miliar.

Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp 22,1 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) RP 17,6 miliar, dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) Rp 11,2 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×