kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45713,17   19,32   2.78%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.39%

IHSG masuk zona merah, Jumat (21/2), bagaimana nasib IHSG besok?


Minggu, 23 Februari 2020 / 15:35 WIB
IHSG masuk zona merah, Jumat (21/2), bagaimana nasib IHSG besok?
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (21/2) ditutup di zona merah,

Reporter: Kenia Intan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (21/2) ditutup di zona merah, setelah selama sepekan berada di zona hijau. IHSG terkoreksi 60,23 poin atau 1,01% ke level 5.882,25, Jumat (21/2).

Sektor indeks manufaktur yang menguat 0,39% tidak mampu menahan koreksi yang dialami oleh indeks sektor lainnya. Adapun sektor indeks industri dasar menjadi pemberatnya dengan penurunan sebesar 22,26 poin ke level 2,52%.

Baca Juga: Pasar saham kurang kondusif, investor asing beralih ke pasar obligasi

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, koreksi yang terjadi dipicu oleh aksi jual investor pada saham-saham yang telah menguat sejak pertengahan minggu ini. Asal tahu saja, per Jumat (21/2) aksi jual asing tercatat Rp 343,85 miliar di reguler market, dengan saham BBRI yang menjadi saham paling banyak dijual oleh asing.

"Minimnya katalis dalam negeri menjadi alasan investor untuk melakukan aksi ambil untung diakhir pekan," kata Lanjar, Jumat (23/2). Selain BBRI, saham perbankan lain seperti  BBCA, BMRI dan BBNI juga menjadi saham yang paling banyak dijual asing.

Senin besok (24/2), IHSG diprediksi masih akan lesu. Secara teknikal, IHSG seakan pulled back Moving Average 20 hari dan upper bollinger bands dengan konfirmasi break out support Moving Average 5 hari dilevel 5900.

Kemungkinan, pergerakan selanjutnya terkonsolidasi minim sinyal pendorong penguatan setelah tidak mampu break out resistance MA20.  Hal ini didorong oleh  indikator Stochastic terkonsolidasi dengan momentum RSI yang belum mencapai momentum overbought. "Dengan support resistance 5.843 hingga 5.959," kata Lanjar.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama memperkirakan akan ada potensi koreksi lanjutan, sehingga IHSG berpeluang menuju ke level support terdekat.

"Support pertama maupun kedua memiliki lisaran pada 5.860.00 hingga 5.839.59. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki kisaran pada 5.960,71 hingga 5988,87," kata Nafan, Jumat (23/2).

Nafan bilang, sentimen yang memperberat pergerakan IHSG pekan depan masih dikarenakan penyebaran virus corona yang agresif, sehingga memberikan dampak sistemik bagi pasar.

Baca Juga: Aksi jual asing Rp 1,46 triliun, ini saham-saham yang banyak dilego asing

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×