kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

IHSG Masih Bisa Rekor Lagi, Cermati Saham Pilihan Analis Berikut


Kamis, 15 Januari 2026 / 06:56 WIB
IHSG Masih Bisa Rekor Lagi, Cermati Saham Pilihan Analis Berikut
ILUSTRASI. IHSG Masih Bisa Rekor Lagi, Cermati Saham Pilihan Analis Berikut


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan sejarah baru dengan menutup perdagangan di level tertinggi sepanjang masa. Pada Rabu (14/1/2026), IHSG ditutup menguat 0,72% ke level 8.948,30, mencerminkan optimisme pasar yang masih terjaga.

Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (15/1/2026). Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dengan area support di 9.002 dan resistance di kisaran 9.050.

Menurut Herditya, sentimen positif masih berasal dari pergerakan harga komoditas dunia yang cenderung menguat, khususnya komoditas timah dan emas yang menopang saham-saham berbasis sumber daya alam.

Baca Juga: Begini Rekomendasi Saham Teknikal HEAL, MBMA, BREN untuk Hari Ini (15/1)

Selain faktor komoditas, pelaku pasar juga menantikan rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 14 Januari 2026 malam waktu Indonesia. Data ini berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Sementara itu, Head of Research and Education Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menambahkan bahwa ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, kenaikan harga komoditas, serta aliran dana investor asing menjadi katalis tambahan bagi penguatan IHSG.

Valdy juga menyoroti wacana pemerintah untuk menghidupkan kembali proyek gasifikasi batubara menjadi dimethyl ether (DME) pada 2026. Kebijakan ini dinilai berpotensi berdampak positif bagi emiten batubara yang berfokus pada penjualan domestik.

Tonton: Barito Renewables (BREN) Temukan Potensi Panas Bumi 60 MW di Halmahera Utara

Dari sisi teknikal, IHSG telah membentuk pola golden cross disertai pelebaran histogram positif pada indikator MACD. Kondisi ini membuka peluang IHSG untuk menguji level 9.070 hingga 9.100 dalam jangka pendek.

Meski demikian, Valdy mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) pada perdagangan Kamis (15/1/2026), terutama menjelang libur panjang akhir pekan.

Penguatan IHSG juga sejalan dengan pergerakan positif bursa regional. Indeks Nikkei 225 Jepang bahkan mencetak rekor tertinggi dengan penutupan menguat 1,48%. Penguatan tersebut didorong oleh ekspektasi pemilu sela di Jepang serta kebijakan ekonomi pro-pertumbuhan yang dikenal dengan istilah “Takaichi trade”.

Di sisi global, investor turut mencermati agenda geopolitik, termasuk rencana pertemuan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dengan pejabat Greenland dan Denmark pada 15 Januari 2026.

Untuk perdagangan Kamis (15/1/2026), Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham BRIS, BMRI, BBTN, PSAB, dan SSIA. Sementara itu, saham pilihan MNC Sekuritas meliputi BRIS di kisaran Rp 2.330–Rp 2.390, BREN Rp 9.900–Rp 10.050, serta WIIM di area Rp 1.840–Rp 1.905.

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dituntut Hukuman Mati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×