kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.551   51,00   0,29%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG masih berpotensi menguat meski sepi kabar domestik


Selasa, 27 November 2018 / 06:12 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (28/11). Sentimen eksternal diyakini masih akan mendominasi pergerakan indeks Tanah Air.

Berdasarkan RTI, Senin (26/11), IHSG menguat 0,28% di level 6.022,78 diikuti aksi net buy oleh investor asing di seluruh pasar sebanyak Rp 199,21 miliar. Padahal, pada saat pembukaan, indeks sempat dibuka koreksi pada level 5.997.

Analis Semesta Indovest Sekuritas Aditya Perdana Putra memperkirakan, akan ada banyak sentimen eksternal yang bakal mendominasi perdagangan hari ini (28/11). Sebaliknya, sentimen domestik cenderung masih minim. "Harga minyak dunia yang turun, pertemuan G20, nilai tukar rupiah yang stabil, menjadi indikasi positif bagi indeks," kata Aditya kepada Kontan.co.id, kemarin.

Dia menjelaskan, market akan mengamati pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada pertemuan G20 akhir pekan ini.

Aditya memperkirakan, IHSG akan menguat, dengan potensi support di level 5.980 dan resistance pada kisaran 6.045. Adapun sektor yang masih menarik dilirik seiring dengan pelemahan harga minyak adalah, emiten pesawat, industri dasar dan konstruksi. "Sektor konstruksi diperkirakan masih akan melanjutkan penguatannya," ungkap Aditya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×