kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG masih berada di zona merah di sesi I


Rabu, 06 Mei 2015 / 12:23 WIB
ILUSTRASI. Ini lo peluang dapat uang tambahan bagi kaum rebahan, jadi Affiliate!


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah di sesi pertama perdagangan Rabu (6/5). Data RTI menunjukkan indeks turun tipis 0,11% atau 5,505 poin ke level 5.154,803. 

Tercatat 112 saham bergerak turun, 137 saham bergerak naik, dan 96 saham stagnan. Perdagangan rehat pertama ini melibatkan 3 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,23 triliun. 

Secara sektoral, enam dari empat indeks sektoral memerah. Sektor consumers goods turun 0,94%, manufacture turun 0,51%, dan trade turun 0,50%. 

Sementara, empat sektor lainnya menghijau. Diantaranya mining naik 2,16%, agriculture naik 1,19%, dan aneka industri naik 0,26%. 

Pelemahan indeks salah satunya dipicu arus modal asing yang kembali keluar. Tengok saja nilai foreign buy sebesar Rp 814,2 miliar dan foreign sell sebesar Rp 1,1 triliun. 

Saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers LQ45 antara lain; PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun 3,43 ke level Rp 3.945, PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) turun 3,13% ke Rp 8.500, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun 2,98% ke Rp 4.075. 

Sedangkan, saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers LQ45 antara lain; PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 13,77% ke Rp 3.140, PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) naik 4,27%, dan PT Aneka Tambang (ANTM) naik 3,87% ke Rp 805. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×