Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal lanjut menguat pada perdagangan Jumat (10/4) besok.
IHSG ditutup menguat 28,38 poin atau 0,39% ke 7.307,58 pada akhir perdagangan Kamis (9/4/2026).
Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 28,62 miliar saham, dengan total nilai Rp 16,44 triliun.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, IHSG pada perdagangan hari ini ditutup menguat, meskipun sempat mengalami tekanan di awal sesi.
Penguatan di sesi kedua menjadi penopang utama, di tengah masih tercatatnya arus keluar dana asing alias net foreign sell sebesar Rp1,77 triliun di pasar reguler.
“Tekanan di awal perdagangan dipicu oleh meningkatnya kembali kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik, khususnya setelah muncul indikasi ketegangan lanjutan pasca wacana gencatan senjata,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: IHSG Rebound ke 7.307, Analis Sarankan Buy on Weakness
Namun demikian, penguatan IHSG berhasil ditopang oleh pergerakan saham-saham tertentu seperti DSSA, BRPT, dan CUAN yang menjadi motor penggerak indeks hari ini.
Dari sisi makro, sentimen negatif juga datang dari penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh World Bank menjadi 4,7%, dari sebelumnya 4,8%.
“Ini mencerminkan adanya tekanan eksternal terhadap outlook ekonomi domestik,” katanya.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG hari ini masih disertai dengan munculnya volume pembelian asing.
Sentimen penggerak indeks hari ini masih seputar gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang diwarnai dengan adanya serangan Israel ke Lebanon. Sehingga, hal ini masih menjadi kekhawatiran tersendiri bagi investor.
“Dari domestik, investor masih mencermati akan adanya risiko inflasi dengan adanya kenaikan harga minyak mentah dan juga cadangan devisa yang turun,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: IHSG Menguat 0,39% ke 7.307 pada Kamis (9/4/2026), DSSA, BREN, BRPT Top Gainers LQ45
Reza melihat, pergerakan IHSG pada perdagangan esok (10/4/2026) akan berada pada kisaran support 7.100 – 7.200 dan resistance 7.300.
Ada beberapa sentimen utama yang akan mempengaruhi pergerakan pasar esok hari.
Pertama, perkembangan konflik Iran dengan AS dan Israel, yang masih dinilai rapuh meskipun terdapat wacana gencatan senjata, ditambah eskalasi di wilayah Lebanon.
Kedua, pergerakan harga komoditas global, terutama minyak, yang sensitif terhadap dinamika geopolitik.
Ketiga, rilis data inflasi Amerika Serikat, yang akan mempengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga global
“Dalam kondisi ini, pasar cenderung bergerak selektif dengan volatilitas yang tetap tinggi,” katanya.
Untuk besok, Reza pun merekomendasi beli untuk RAJA dan EMTK dengan target harga masing-masing Rp 4.400 - Rp 4.800 per saham dan Rp 850 - Rp 870 per saham.
Sementara, Herditya memperkirakan, IHSG pada esok hari akan cenderung bergerak menguat terbatas dengan support 7.236 dan resistance 7.350.
“Sentimennya berasal dari akan adanya rilis data makro AS dan juga inflasi China,” tuturnya.
Herditya pun menyarankan investor untuk mencermati saham EXCL dengan target harga Rp 3.270 - Rp 3.390 per saham, RAJA Rp 4.760 - Rp 5.200 per saham, dan MINA Rp 310 - Rp 340 per saham.
Baca Juga: IHSG Rebound, Simak Rekomendasi Saham dari Analis Berikut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













