kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

IHSG Rebound ke 7.307, Analis Sarankan Buy on Weakness


Kamis, 09 April 2026 / 19:28 WIB
IHSG Rebound ke 7.307, Analis Sarankan Buy on Weakness
ILUSTRASI. IHSG Meroket To The Moon (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada akhir perdagangan Kamis (9/4/2026). Namun, kenaikan ini dinilai belum mencerminkan perubahan tren menjadi bullish di tengah tingginya risiko global.

Pada penutupan perdagangan Kamis (9/4), IHSG naik 28,38 poin atau 0,39% ke level 7.307,58, melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan menilai kenaikan IHSG berada dalam fase rebound yang cukup kuat, tetapi belum terkonfirmasi reversal ke tren bullish yang baru. 

"Jadi kenaikan ini lebih saya lihat sebagai pemulihan sementara setelah penurunan signifikan sebelumnya,"  ujar Ekky kepada Kontan, Kamis (09/04/2026).

Baca Juga: Volatilitas Pasar Saham Tinggi Selama Gencatan Senjata, Begini Strategi Trading

Ia menambahkan, pasar masih membutuhkan konfirmasi lanjutan, terutama dari peningkatan volume transaksi dan dominasi pembeli yang lebih kuat.

Dalam kondisi tersebut, investor disarankan tetap selektif dengan menerapkan strategi buy on weakness, yakni membeli saham saat harga terkoreksi, bukan saat sudah mengalami kenaikan signifikan.

"Fokusnya tetap pada saham-saham yang valuasinya sudah murah dan punya daya tahan lebih baik terhadap sentimen yang sedang berkembang," 

Ekky menilai risiko utama pasar saat ini berasal dari dinamika geopolitik global yang berdampak pada harga minyak dan nilai tukar rupiah.

"Harga minyak saat ini bisa dibilang menjadi lead indicator bagi market karena kalau tetap tinggi, dampaknya bisa melebar ke fiskal dan inflasi domestik yang pada akhirnya bisa kembali menekan sentimen pasar," kata Ekky.

Dalam kondisi tersebut, Ekky merekomendasikan investor untuk mencermati saham di sektor basic industry dan energi, terutama komoditas batu bara, minyak, dan crude palm oil (CPO).

Selain itu, sektor energi terbarukan serta emiten pelayaran juga dinilai menarik, seiring potensi keuntungan dari kondisi krisis energi dan gangguan rantai pasok global, termasuk risiko terhadap jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz.

Baca Juga: Rupiah Tertekan Revisi Outlook Ekonomi, Simak Proyeksinya untuk Jumat (10/4/2026)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×