Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
Proyeksi IHSG
Memasuki perdagangan pekan depan antara 9 Februari–13 Februari 2026, perhatian pasar akan tertuju pada sejumlah rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, China, dan Indonesia yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan global maupun domestik.
Dari Amerika Serikat, data inflasi menjadi sorotan utama dengan proyeksi penurunan ke level 2,5% yoy dari 2,7% yoy pada periode sebelumnya, yang dapat memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.
Selain itu, initial jobless claims diperkirakan berada di kisaran 235 ribu, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di 4,4% mencerminkan pasar tenaga kerja yang mulai melandai.
Dari China, pasar akan mencermati rilis data inflasi yang diproyeksikan turun menjadi 0,4% yoy dari 0,8% yoy, mengindikasikan tekanan permintaan domestik yang masih lemah dan ruang kebijakan yang lebih longgar bagi otoritas setempat.
Data ini penting mengingat peran China sebagai mitra dagang utama Indonesia dan pengaruhnya terhadap sentimen komoditas global.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Bergerak Mixed Cenderung Menguat Kamis (5/2), Ini Rekomendasi Analis
Di dalam negeri, fokus investor tertuju pada rilis penjualan ritel Desember 2025 sebagai indikator daya beli masyarakat menjelang akhir tahun, serta data penjualan mobil Januari 2026 yang akan memberikan gambaran awal mengenai tren konsumsi dan permintaan domestik di awal tahun.
Data-data ini akan menjadi konfirmasi lanjutan atas ketahanan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Di luar rilis data ekonomi, pasar juga masih akan mencermati perkembangan kebijakan Moody’s, khususnya dampaknya terhadap perusahaan-perusahaan Indonesia yang mengalami penurunan outlook, mengingat potensi implikasinya terhadap persepsi risiko, biaya pendanaan, dan sentimen investor.
"Secara keseluruhan, dengan masih tingginya faktor kehati-hatian global dan domestik, pergerakan pasar pada pekan ini diproyeksikan bervariasi cenderung melemah terbatas, dengan level support di 7.716 dan resistance di 8.207," terang Imam.
Rekomendasi Saham
Imam membagikan sejumlah rekomendasi saham yang layak dicermati untuk perdagangan pekan depan, antara lain:
1. PT Panin Financial Tbk (PNLF)
Rekomendasi: Buy on pullback
Entry: Rp 270-Rp 272
Target harga: Rp 292
Stop loss: Di bawah Rp 260
Baca Juga: IHSG Masih Rawan Terkoreksi pada Selasa (3/2), Ini Rekomendasi Analis
2. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Rekomendasi: Buy
Entry: Rp 2.080
Target harga: Rp 2.240
Stop loss: Di bawah Rp 2.000
3. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)
Rekomendasi: Buy
Entry: Rp 8.925
Target harga: Rp 9.600
Stop loss: Di bawah Rp 8.600
Selanjutnya: Masuk IDX80, Saham BREN, CUAN, dan HRTA, Begini Proyeksi Analis
Menarik Dibaca: Hasil BATC 2026: Kalah dari Jepang, Tim Putra Indonesia Raih Medali Perunggu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)