Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (23/7/2026), seiring aksi ambil untung setelah penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya. IHSG ditutup turun 0,30% atau 19,16 poin ke level 6.315,31 pada akhir perdagangan.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pelemahan IHSG terjadi di tengah aksi profit taking investor.
“Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah sebesar 0,30% ke level 6.315,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Rupiah Melemah Lagi, Pengamat Beberkan Penyebab dan Proyeksi Perdagangan Jumat (24/7)
Ia menjelaskan, sebelumnya Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%, setelah sempat menaikkan suku bunga secara kumulatif dalam beberapa bulan sebelumnya.
Menurutnya, langkah BI tersebut diiringi dengan kebijakan lain seperti penurunan biaya lindung nilai valuta asing dan dorongan penggunaan mata uang lokal untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak ke level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi serta peningkatan tekanan inflasi global.
Secara sektoral, penguatan terbesar terjadi pada sektor properti dan real estate, sementara sektor industrials mengalami tekanan paling dalam.
Untuk perdagangan Jumat (24/7/2026), Nico memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami pelemahan dalam jangka pendek. “Secara jangka pendek, IHSG berpotensi melemah, termasuk pada perdagangan besok,” jelasnya.
Namun dalam jangka menengah, ia melihat IHSG masih memiliki peluang bergerak dalam rentang 6.290 hingga 6.510.
Senada, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai pergerakan IHSG saat ini cenderung mengalami konsolidasi sehat. Secara teknikal, ia menyebut IHSG membentuk pola bearish doji star dan bergerak di sekitar MA60. “Pergerakan IHSG mengalami reli yang tertunda akibat profit taking dan berpotensi memasuki fase konsolidasi,” ujarnya.
Baca Juga: Usai Diakuisisi Tjokro Group, Geoprima Solusi (GPSO) Bidik Pasar Filipina
Ia menambahkan, indikator Stochastics dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, meski volume transaksi cenderung menurun.
Dari sisi sentimen, keputusan BI mempertahankan suku bunga dinilai memberikan kepastian bagi pasar, meski ruang penguatan IHSG diperkirakan tidak terlalu agresif.
Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Untuk perdagangan Jumat (24/7/2026), Nafan memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang terbatas. Ia memperkirakan level support IHSG berada di 6.261 dan 6.137, sedangkan resistance di level 6.416 hingga 6.546.
Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih cenderung fluktuatif, seiring sikap investor yang menunggu katalis baru, termasuk rilis kinerja emiten semester I-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














