Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan ini. Senin (20/7/2026), IHSG ditutup menguat 0,91% ke level 6.231,78, didukung oleh dominasi aksi beli di pasar.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, penguatan IHSG terjadi di tengah tekanan eksternal dari kenaikan harga minyak mentah dunia.
“IHSG ditutup menguat di level 6.231,78 meskipun harga minyak mentah menguat hingga sempat menyentuh US$90 per barel untuk Brent akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah,” ujar Alrich kepada Kontan, Senin (20/7/2026).
Ia menambahkan, optimisme terhadap membaiknya sentimen domestik masih berlanjut. Pada perdagangan tersebut, sektor industri mencatatkan kenaikan terbesar, sementara sektor teknologi mengalami koreksi.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah, Terseret Investasi Domestik yang Lesu dan Konflik Iran-AS
Dari sisi nilai tukar, rupiah tercatat melemah 0,15% ke level Rp17.948 per dolar Amerika Serikat di pasar spot.
Secara teknikal, Alrich melihat adanya peluang penguatan lanjutan pada IHSG, meskipun mulai terbatas.
“Terjadi pelebaran histogram positif MACD, namun Stochastic RSI sudah berada di area overbought. IHSG juga ditutup di atas MA50 dengan didukung kenaikan volume beli,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level resistance di kisaran 6.250 hingga 6.300.
Senada, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG masih didukung oleh aliran dana masuk ke pasar saham dalam beberapa hari terakhir.
“Dalam tiga hari terakhir perdagangan terdapat inflow ke pasar saham, penguatan IHSG juga disertai dengan menguatnya nilai tukar rupiah,” ujarnya.
Meski demikian, ia memperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (21/7/2026) cenderung terbatas dan rawan aksi ambil untung.
“Untuk besok, kami perkirakan IHSG bergerak menguat terbatas dengan support di 6.194 dan resistance di 6.264, serta rawan terjadi profit taking,” kata Herditya.
Menurutnya, pelaku pasar juga masih menanti rilis keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) yang secara konsensus diperkirakan berpotensi naik ke level 6%.
Baca Juga: IHSG Menguat 0,91% ke 6.231, Top Gainers LQ45: DEWA, CUAN dan BRPT, Senin (20/7)
Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan, pelaku pasar masih akan mencermati sejumlah agenda penting pekan ini.
“Investor mengantisipasi RDG Bank Indonesia, rilis PMI global, keputusan suku bunga ECB, serta perkembangan konflik geopolitik Timur Tengah,” ujarnya.
Nafan memperkirakan, level support IHSG berada di 6.137 dan 6.012, sedangkan resistance di 6.261 dan 6.416.
Untuk strategi perdagangan, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor.
Di antaranya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) pada kisaran Rp 4.320-Rp 4.600, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) di rentang Rp 164-Rp 170, serta PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) pada kisaran Rp 432-Rp 468 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
