kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.509   9,00   0,05%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG dan Bursa Asia Terpuruk ke Zona Merah


Selasa, 11 November 2008 / 09:51 WIB


Sumber: RTI, Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Warna merah mendominasi pergerakan bursa regional hari ini. Tak terkecuali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Baru sepuluh menit dibuka, indeks langsung melorot 1,36% atau 18,19 poin menjadi 1.322,49. Pada pukul 09.48, indeks masih berada di zona merah dengan penurunan 0,77% dan bertengger pada posisi 1.330,415.

Penurunan indeks ini dipicu oleh anjloknya seluruh saham Asia pada transaksi pagi ini. Setelah kemarin mengalami kenaikan tertinggi, namun hari ini indeks Nikkei 225 kehilangan keperkasaannya. Nikkei masih melorot 3,30% menjadi 8.781,45. Sementara itu, penurunan juga terjadi pada indeks Hang Seng di bursa Hongkong yang tergelincir 2,49% menjadi 14.378,03.

Kondisi serupa juga dialami indeks acuan Singapura, Strait Times, yang turun 2,05% menjadi 1.846,24. Di Seoul, indeks Kospi juga berada di zona merah dengan penurunan 1,70% menjadi 1.132,89.

Sentimen global disinyalir menjadi penyebab merahnya indeks saham acuan Asia hari ini. Sekadar informasi, di Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones ditutup melemah 0,8%. Hal ini dipicu akan kekhawatiran investor mengenai kondisi perekonomian yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Apalagi, beberapa perusahaan besar di Negeri Uwak Sam itu, seperti General Motor Corp, Goldman Sachs atau Starbucks, mengalami penurunan yang cukup signifikan pada penutupan perdagangan kemarin waktu AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×