Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level rekor tertinggi baru pada perdagangan Selasa (6/1/2026).
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG kembali menyentuh level rekor tertinggi baru usai ditutup naik 0,84% atau 74,41 poin ke level 8.933,60 pada perdagangan hari ini.
Total volume perdagangan saham di BEI pada Selasa mencapai 67,58 miliar dengan nilai transaksi Rp 33,90 triliun. Ada 428 saham yang menguat, 256 saham yang melemah dan 127 saham yang stagnan.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG hari ini kembali ditutup menguat dan mencatatkan ATH baru lagi, dengan pergerakan yang masih didominasi oleh volume pembelian.
Baca Juga: MSCI Ubah Perhitungan Free Float,Ini Saham Berpotensi Masuk Rebalancing Februari 2026
“Penguatan IHSG ini didorong oleh kinerja IDX Basic Material, yang mana didorong oleh emiten-emiten nikel yang terpengaruh oleh kenaikan harga komoditas nikel,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (6/1/2026).
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan, penguatan IHSG masih terbuka, meskipun akan lebih terbatas atau terjadi koreksi wajar.
“Ini seiring dengan mulai memasuki area overbought dan terjadi penurunan volume transaksi dibandingkan hari sebelumnya,” ujarnya kepada Kontan, Selasa.
Herditya memproyeksikan, IHSG masih berpeluang menguat pada perdagangan besok (7/1/2025) dengan support 8.905 dan resistance 8.946.
“Sentimennya masih dipengaruhi oleh kenaikan dari harga komoditas dunia, seperti nikel dan emas,” katanya
Audi memperkirakan, IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 8.850 dan resistance 9.000 pada perdagangan besok. Ada beberapa sentimen pasar yang menopang IHSG.
Pertama, penguatan emiten barang baku, seiring dengan kenaikan harga komoditas pasca penangkapan Presiden Venezuela Maduro Nicolas oleh Amerika Serikat (AS).
Kedua, penguatan saham second liner seiring dengan faktor aksi korporasi dan wacana perubahan kebijakan, seperti pada perbankan terkait KBMI I.
“Antisipasi terjadi koreksi wajar seiring dengan IHSG mulai masuk area overbought dari indikator RSI,” tuturnya.
Untuk rekomendasi saham pada Rabu (7/1/2026), Herditya menyarankan investor untuk mencermati FAST dengan target harga Rp 700 - Rp 740 per saham, PTBA Rp 2.410 - Rp 2.450 per saham, dan TINS Rp 3.510 - Rp 3.760 per saham.
Sementara, Audi merekomendasikan trading buy untuk ANTM dengan level support Rp 3.280 per saham dan resistance Rp 3.660 per saham.
Rekomendasi trading buy juga diberikan Audi untuk RAJA dengan level support Rp 6.825 per saham dan resistance Rp 8.700 per saham.
Sementara, rekomendasi speculative buy disematkan untuk BBCA dengan level support Rp 7.900 per saham dan resistance Rp 8.650 per saham.
Selanjutnya: Asaki Ungkap Utilisasi & Volume Produksi Keramik pada 2025 dan Proyeksi untuk 2026
Menarik Dibaca: Hujan Pagi Lanjut Sore Hari, Cek Prakiraan BMKG Cuaca Besok (7/1) di Jakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












