kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Senin (29/6) Besok


Minggu, 28 Juni 2026 / 18:58 WIB
IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Senin (29/6) Besok
ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami penguatan secara terbatas pada Senin (29/6) mendatang. IHSG masih kesulitan untuk melaju lebih kencang selama arus dana asing belum kembali masuk secara konsisten.

Sebagai informasi, IHSG mengalami pelemahan 1,72% ke level 5.896,13 pada perdagangan Jumat (26/6). Dalam sepekan terakhir, IHSG tertekan 4,55%.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan, awal pekan nanti IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan terbatas dalam rentang support di level 5.772 dan resistance di level 6.040 dengan indikator MACD menunjukkan tren melandai.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Pulih pada Semester II, Simak Sentimen Penggeraknya

Terdapat beberapa sentimen yang bakal memengaruhi arah pasar saham pada esok hari. Dari eksternal, terjadi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah seiring aksi saling serang Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz, padahal kedua negara ini sedang berupaya menjalin kesepakatan damai. Peristiwa ini dapat memicu ketidakpastian pasar jika serangan kembali terjadi.

Dari dalam negeri, sentimen kebijakan pemerintah yang kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) hingga Rp 400 triliun di himpunan bank milik negara (Himbara) berpotensi menjaga likuiditas dan penyaluran kredit. Selain itu, pasar juga menantikan rilis data inflasi periode Juni 2026 yang diperkirakan tumbuh 3,1% year on year (yoy).

“Meski inflasi meningkat dari periode sebelumnya, tetapi angka ini masih dalam rentang target Bank Indonesia (BI), sehingga hal ini akan cenderung direspons moderat oleh pasar,” ujar dia, Minggu (28/6).

Senada, Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menyampaikan, pelaku pasar akan mencermati rilis data domestik seperti inflasi dan neraca perdagangan pada awal pekan nanti. Jika inflasi tetap terkendali dan surplus neraca perdagangan membaik, maka hal itu akan menjadi katalis positif bagi IHSG melalui penguatan rupiah dan meningkatnya kepercayaan investor.

Di sisi lain, efek dari keputusan MSCI, tren pelemahan rupiah, tingginya suku bunga acuan BI, dan masih berlanjutnya arus keluar dana asing turut membatasi minat beli investor di pasar domestik.

Secara teknikal, Reza memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran support 5.850—5.730 dan resistance 6.000—6.130 pada Senin besok. Selama IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut, maka peluang rebound teknikal masih terbuka.

“Namun, tren penguatan baru akan lebih terkonfirmasi apabila IHSG mampu menembus area 6.130 yang saat ini menjadi level lower high sekaligus resistance jangka pendek,” imbuh dia, Sabtu (27/6).

Terdapat sejumlah saham yang dapat dijadikan pilihan bagi investor untuk perdagangan besok menurut Reza, antara lain BBCA, MBMA, dan KLBF.

Sementara menurut Audi, ada beberapa saham pilihan dengan analisis teknikal untuk esok hari. Pertama, BBCA yang direkomendasikan speculative buy dengan support di level Rp 5.800 per saham dan resistance di level Rp 6.600 per saham. Kedua, BMRI yang direkomendasikan speculative buy dengan support di level Rp 3.880 per saham dan resistance di level Rp 4.230 per saham. Ketiga, BBRI yang direkomendasikan speculative buy dengan support di level Rp 2.770 per saham dan resistance di level Rp 3.050 per saham.

Baca Juga: Ada Surat Utang Jatuh Tempo di 2026, Ini Rencana WSKT dan WIKA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×