Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,17% atau turun 10,17 poin ke level 5.925,98 pada perdagangan Selasa (13/10/2026).
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, IHSG masih tertahan di bawah level psikologis 6.000. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan di pasar saham belum cenderung mereda. Sentimen pasar dibayangi eskalasi konflik Arab Saudi-Houthi, kekhawatiran terkait MSCI, serta sikap hati-hati investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).
Untuk perdagangan Rabu (14/10/2026), Reza menilai perhatian pasar tertuju pada rilis Consumer Price Index (CPI) AS periode September dengan konsensus inflasi tahunan AS naik menjadi 3,6% dari 3,4% pada Agustus.
Baca Juga: Tiga Emiten Bank Masuk Daftar Saham HSC, Cek Daftarnya!
Jika realisasi inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, penguatan dolar AS berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah dan aliran dana asing. Sementara itu, isu MSCI dan perkembangan geopolitik masih menjadi risiko yang perlu dicermati.
Secara teknikal, Reza mengatakan IHSG masih berada dalam tren bearish, bergerak di bawah MA20 sekitar 6.188 dengan MACD negatif. Area 5.850-5.800 menjadi support terdekat yang perlu dipertahankan. Jika melampaui level tersebut, potensi pelemahan terbuka menuju 5.750. Sebaliknya, resistance IHSG berada di kisaran 6.000-6.020. IHSG perlu kembali menembus area tersebut untuk membuka peluang pemulihan.
Untuk rekomendasi saham, Reza menyarankan investor mencermati saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG ditutup terkoreksi tipis dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan technical rebound pasca koreksi cukup dalam pada perdagangan sebelumnya dan sesi pertama pada Selasa (12/10/2026).
Di sisi lain, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS dan berada di level Rp 17.894 per dolar AS. Untuk perdagangan Rabu (14/10/2026), Herditya memperkirakan IHSG bergerak menguat dengan support di level 5.892 dan resistance di 5.957. Pelaku pasar juga akan mencermati rilis data inflasi China dan AS.
Adapun saham yang dapat dicermati menurut Herditya adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dengan rentang 1290-1360, PT Indika Energy Tbk (INDY) di kisaran 2780-2990, serta PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) pada rentang 290-304.
Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis Disokong Pelemahan Dolar AS dan Harga Minyak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














