kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham dari Analis untuk Perdagangan Senin (12/10)


Minggu, 11 Oktober 2026 / 15:02 WIB
Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham dari Analis untuk Perdagangan Senin (12/10)
ILUSTRASI. Untuk perdagangan Senin (12/10/2026), IHSG diperkirakan berpeluang bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,04% atau naik 62,48 poin ke level 6.093,76 pada perdagangan Jumat (9/10/2026).

Analis Republik Investor, Hendra Wardana mengatakan penguatan IHSG pada Jumat terjadi setelah indeks mengalami tekanan jual yang cukup tajam pada perdagangan sebelumnya. Secara mingguan, IHSG naik 0,94%, tetapi investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp 2,5 triliun.

Menurut Hendra, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan indeks belum sepenuhnya mencerminkan pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia. Kenaikan pada Jumat lebih tepat dibaca sebagai upaya pemulihan setelah koreksi, yang turut didukung oleh pembelian saham oleh investor domestik.

Baca Juga: Net Sell Asing Lampaui Krisis 2008 dan 2020, Investor Global Tunggu Aksi OJK dan SRO

Dari sisi domestik, Hendra menyebut sejumlah faktor yang perlu dicermati, antara lain stabilitas nilai tukar rupiah, arah suku bunga, daya beli masyarakat, serta konsistensi kebijakan ekonomi pemerintah. Sementara dari sisi global, arah suku bunga Amerika Serikat, imbal hasil US Treasury, pergerakan dolar AS, harga minyak, dan dinamika geopolitik masih berpotensi mempengaruhi aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Secara teknikal, Hendra mengatakan IHSG sedang berusaha membangun momentum pemulihan setelah sempat bergerak di bawah level psikologis 6.000 dan menyentuh area 5.995 pada perdagangan Jumat sebelum akhirnya berbalik menguat.

Ia melihat area 6.000 sebagai support psikologis penting, dengan support berikutnya di kisaran 5.950-5.995. Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran 6.120-6.150, kemudian 6.200-6.220.

“Untuk perdagangan Senin (12/10/2026), IHSG diperkirakan berpeluang bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas selama mampu mempertahankan area 6.000. Namun, penguatan tersebut belum dapat langsung diartikan sebagai awal tren bullish baru,” tuturnya kepada Kontan, Minggu (11/10/2026). 

Dari sisi sektoral, Hendra menilai saham energi dan pertambangan masih menarik untuk dicermati. Ia merekomendasikan speculative buy saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan target harga Rp 2.700 dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target harga Rp 12.400.

Selain itu, Hendra merekomendasikan speculative buy saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga Rp 3.400 dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan target harga Rp 3.200.

Baca Juga: Diversifikasi Elnusa (ELSA) Bidik Pasar Irak, Bisnis Non-Pertamina Berkontribusi 22%

Sementara itu, Praktisi Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menilai penguatan IHSG ke level 6.093 pada perdagangan Jumat masih belum mengonfirmasi reversal. Menurutnya, IHSG masih berada dalam tren melemah, tetapi setidaknya sudah dua kali mempertahankan level 5.970 sehingga membuka peluang terbentuknya pola double bottom.

William memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.000-6.143 pada perdagangan Senin (12/10/2026).

Untuk rekomendasi saham, William menyarankan buy saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) dengan target harga Rp 422- Rp 430. Selain itu, ia juga merekomendasikan buy saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan target harga Rp 1.165-Rp 1.180.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×