Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (10/8/2026), setelah mencatat kinerja positif sepanjang pekan lalu.
Pelaku pasar akan mencermati sentimen domestik dan eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan bursa.
Pada perdagangan Jumat (7/8), IHSG menguat 1,04% ke level 6.409,65. Dalam sepekan, indeks saham Indonesia tersebut naik 2,78%.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, penguatan IHSG pekan lalu ditopang sejumlah sentimen positif.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi Jumat (7/8), Cermati Saham Pilihan Analis
Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang mencapai 5,29% secara tahunan (yoy).
Kinerja emiten pada semester I-2026 yang relatif solid turut menopang pasar saham. Selain itu, inflasi Juli 2026 sebesar 2,88% dan penguatan rupiah ke kisaran Rp 17.800 per dolar AS memberikan tambahan sentimen positif bagi pasar.
Dari eksternal, pelemahan pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) setelah data nonfarm payroll (NFP) Juli terkontraksi turut meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengambil kebijakan moneter yang lebih dovish.
"Hal ini membuka peluang aliran dana ke emerging market," ujar Reza, Sabtu (8/8).
Baca Juga: Laba Emiten LQ45 Lampaui Ekspektasi, Cek Saham Blue Chip Pilihan Semester II 2026
Berdasarkan kondisi tersebut, Reza memperkirakan IHSG masih memiliki ruang untuk menguat pada perdagangan Senin. Ia menempatkan level support di 6.400-6.350 dan resistance di 6.425-6.450.
Sementara itu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Ia menempatkan support di level 6.320 dan resistance 6.480.
Salah satu sentimen domestik yang menjadi perhatian pasar adalah indeks keyakinan konsumen Juli 2026. Indeks tersebut diperkirakan berada di level 116, turun dari 117,8 pada bulan sebelumnya.
Menurut Audi, penurunan keyakinan konsumen melanjutkan tren pelemahan dan mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi. Persepsi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja juga cenderung menurun.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan pada Kamis (6/8), Ini Rekomendasi Analis
Di tengah peluang penguatan IHSG, investor tetap perlu mencermati pergerakan saham secara selektif.
Reza menyarankan investor memperhatikan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BRPT), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Audi merekomendasikan strategi trading buy untuk PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dengan support Rp 2.090 dan resistance Rp 2.400 per saham.
Untuk PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Audi memberikan rekomendasi speculative buy dengan support Rp 2.830 dan resistance Rp 3.130.
Baca Juga: Cek Saham Net Sell dan Net Buy Terbesar Asing di Awal Bulan Agustus 2026
Sementara itu, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) direkomendasikan buy on break pada level Rp 645 per saham. Adapun level support ESSA berada di Rp 605 dan resistance Rp 685 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
