kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

IHSG belum mampu bangkit di hari ketiga


Rabu, 24 Mei 2017 / 16:27 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu bangkit dari zona merah pada hari ketiga, Rabu (24/5). Mengacu data RTI, indeks ditutup terkoreksi 0,47% atau 27,180 poin ke level 5.703,433.

Tercatat 191 saham bergerak turun, 138 saham bergerak naik, dan 120 saham stagnan. Volume perdagangan 9,46 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,21 triliun.

Delapan dari 10 indeks sektoral menyeret IHSG. Sektor perdagangan paling dalam penurunannya 0,93%. Sementara, sektor agrikultur memimpin penguatan 0,31%.

Saham-saham top losers LQ45 antara lain; PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 6,84% ke Rp 354, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun 3,23% ke Rp 15.000, dan PT PP Properti Tbk (PPRO) turun 2,54% ke Rp 230.

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain; PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) naik 1,91% ke Rp 5.075, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 1,65% ke Rp 2.460, dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) naik 1,39% ke Rp 1.825.

Aksi beli investor asing pun tampak mulai terbatas. Hari ini net buy asing Rp 11.880 miliar. Sedangkan, di pasar reguler investor asing membukukan jual bersi Rp 132,330 miliar jual.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa IHSG melanjutkan pelemahan dimana pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi jual, itu terjadi tidak terlepas dari penguatan IHSG sebelumnya yang terlalu cepat pasca diumumkannya kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi "investment grade" oleh Standard & Poor's (S&P).

"Sentimen kenaikan peringkat Indonesia itu juga diperkirakan mulai mereda," katanya dikutip dari Antara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×