kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.938   -3,00   -0,02%
  • IDX 5.911   -24,68   -0,42%
  • KOMPAS100 762   -3,06   -0,40%
  • LQ45 588   -3,09   -0,52%
  • ISSI 205   -1,13   -0,55%
  • IDX30 327   -2,35   -0,71%
  • IDXHIDIV20 421   -1,92   -0,45%
  • IDX80 87   -0,36   -0,41%
  • IDXV30 115   -0,24   -0,20%
  • IDXQ30 107   -0,80   -0,74%

IHSG Ambruk 2,59% ke 5.936, Saham Konglomerasi Rontok di Tengah Rumor Sanksi


Selasa, 13 Oktober 2026 / 10:08 WIB
IHSG Ambruk 2,59% ke 5.936, Saham Konglomerasi Rontok di Tengah Rumor Sanksi
ILUSTRASI. Pergerakan IHSG (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

Kedua, tekanan terhadap saham-saham konglomerasi juga berkaitan dengan karakteristik kepemilikan saham.

Sejumlah emiten memiliki konsentrasi kepemilikan pemegang saham yang tinggi (high shareholder concentration/HSC) dan porsi saham beredar publik (free float) yang relatif tipis. Kondisi tersebut dapat memperbesar volatilitas ketika tekanan jual meningkat.

Tekanan juga diperberat oleh eskalasi risiko geopolitik dan aksi jual bersih investor asing (net sell).

Ketiga, jika sanksi berupa denda ratusan miliar rupiah benar-benar dijatuhkan, nilai tersebut dinilai relatif kecil dibandingkan kapitalisasi pasar emiten terkait.

Namun, risiko yang lebih besar bagi pasar adalah kemungkinan temuan dugaan manipulasi harga memengaruhi penilaian penyedia indeks global, terutama MSCI dan FTSE Russell, menjelang keputusan indeks pada November mendatang.

Baca Juga: IHSG Ambruk 2,59% ke 5.936 di Awal Pekan, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing

"Yang ditakutkan pasar, temuan manipulasi bisa memengaruhi perlakuan MSCI dan FTSE tepat menjelang keputusan November," tambah tim riset KISI Sekuritas.

Karena itu, KISI Sekuritas mengimbau investor untuk tidak mengambil keputusan transaksi hanya berdasarkan rumor dan menunggu pengumuman resmi OJK.

Kejelasan hasil pemeriksaan akan menentukan apakah persoalan tersebut terbatas pada emiten tertentu atau berkaitan dengan persoalan tata kelola yang lebih luas di dalam kelompok usaha.

Investor juga perlu membedakan dampak rumor terhadap persepsi tata kelola dan perubahan fundamental bisnis emiten.

KISI Sekuritas menilai, kinerja operasional perusahaan seperti PTRO dan TPIA tidak serta-merta berubah akibat rumor tersebut. Namun, saham-saham itu tetap berpotensi terkena tekanan harga akibat persepsi risiko tata kelola di tingkat grup.

Baca Juga: IHSG Ambruk 2,59% pada Senin (12/10), Simak Pergerakan untuk Selasa (13/10)

Dengan demikian, arah pergerakan saham-saham konglomerasi selanjutnya tidak hanya bergantung pada meredanya tekanan jual, tetapi juga pada kejelasan informasi resmi mengenai dugaan pelanggaran dan dampaknya terhadap kepercayaan investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×