kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.950   -23,00   -0,13%
  • IDX 6.042   158,10   2,69%
  • KOMPAS100 788   24,24   3,17%
  • LQ45 595   17,11   2,96%
  • ISSI 209   5,50   2,71%
  • IDX30 337   9,80   2,99%
  • IDXHIDIV20 413   11,25   2,80%
  • IDX80 89   2,65   3,06%
  • IDXV30 112   3,11   2,86%
  • IDXQ30 108   3,19   3,04%

ICE & OKX Bikin Joint Venture, Garap Infrastruktur Pasar Keuangan Berbasis Blockchain


Kamis, 25 Juni 2026 / 10:48 WIB
ICE & OKX Bikin Joint Venture, Garap Infrastruktur Pasar Keuangan Berbasis Blockchain
ILUSTRASI. Ilustrasi blockchain (dok/D3 Labs)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Intercontinental Exchange (ICE) dan OKX resmi membentuk joint venture untuk mengembangkan infrastruktur generasi baru bagi produk keuangan yang ditokenisasi dan aset digital.

Kolaborasi ini bertujuan menjembatani pasar keuangan tradisional dengan ekosistem blockchain, seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem perdagangan yang lebih modern dan terintegrasi.

Dalam keterangannya, joint venture tersebut akan beroperasi sebagai broker-dealer dan futures commission merchant (FCM) yang terdaftar di Amerika Serikat, dengan catatan telah memperoleh persetujuan regulator terkait.

Baca Juga: Tertekan Sentimen Eksternal, Rupiah Berisiko Kembali ke Rp 18.000 per Dolar AS

Melalui entitas ini, pelanggan OKX baik di Amerika Serikat maupun global nantinya dapat mengakses pasar berjangka ICE serta perdagangan ekuitas New York Stock Exchange (NYSE) dalam bentuk tokenisasi.

Joint venture ini dimiliki secara seimbang dengan porsi 50:50 antara ICE dan OKX, serta akan dipimpin bersama oleh kedua pihak, termasuk mantan Gubernur New York Andrew M. Cuomo.

Cuomo menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam mendorong integrasi antara inovasi teknologi dan regulasi di sektor keuangan.

“Babak berikutnya dari pasar keuangan akan ditentukan oleh seberapa baik inovasi dan regulasi dapat berjalan beriringan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kontan, Kamis (25/6/2026).

Ia menambahkan, teknologi blockchain berpotensi mendorong demokratisasi akses keuangan, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal.

Senior Vice President Futures Exchanges ICE, Trabue Bland, menilai kerja sama ini akan memperluas jangkauan layanan ICE ke basis pengguna ritel global milik OKX.

Baca Juga: Cermati Strategi Pengelolaan Portofolio di Tengah Fluktuasi Harga Minyak Global

"Kami ingin membawa infrastruktur pasar yang telah dipercaya institusi global ke dalam ekosistem perdagangan digital yang luas,” jelasnya.

Pembentukan joint venture ini juga merupakan kelanjutan dari hubungan strategis kedua perusahaan. Pada Maret 2026, ICE diketahui telah menanamkan investasi sekitar US$ 200 juta di OKX dengan valuasi sekitar US$25 miliar.

Selain itu, kedua perusahaan sebelumnya juga telah meluncurkan produk kontrak berjangka abadi berbasis kripto untuk komoditas minyak bagi pengguna di luar Amerika Serikat.

Ke depan, joint venture ini juga akan mengembangkan berbagai produk turunan lainnya, termasuk kontrak berjangka komoditas berbasis blockchain, dengan fokus pada kepatuhan regulasi.

Langkah ini sekaligus menegaskan arah transformasi industri keuangan global yang semakin mengarah pada integrasi antara teknologi blockchain dan sistem pasar modal konvensional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×