kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

HMSP tetapkan harga right issue di Rp 77.000


Kamis, 01 Oktober 2015 / 15:04 WIB


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Aksi Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) telah mengerucut. Emiten rokok ini akhirnya menetapkan harga right issue di Rp 77.000. Ini berarti, right issue HMSP bernilai Rp 20,61 triliun.

"Harga ini lebih tinggi 1,34% dari penutupan harga saham perseroan di Rp 75.795 pada 30 September," ungkap Direktur HMSP Yos Adiguna Ginting, dalam keterbukaan informasi, Kamis (1/10).

Adapun, penentuan harga right issue tersebut berada di rentang atas penawaran yakni Rp 65.000 sampai Rp 77.000. Namun rentang tersebut merupakan revisi dari harga penawaran awal di Rp 63.000 sampai Rp 99.000.

Yos menjelaskan, pemegang saham HMSP yakni PT Philip Morris Indonesia tak akan mengeksekusi seluruh haknya. Nantinya, Philip Morris Indonesia hanya akan mengambil 600.640 HMETD. Lalu Philip Morris Indonesia akan menjual 264,2 juta HMETD sisanya kepada investor institusional.

Kemudian, Yos menekankan bahwa saham HMSP tidak akan dijual secara langsung ataupun tidak langsung di Amerika Serikat. Menurut dia, efek ini juga tidak didaftarkan dan tidak akan didaftarkan di Amerika Serikat.

Sekedar informasi, HMSP akan melakukan right issue 267,72 juta saham baru atau setara 5,8% modal ditempatkan dan disetor penuhnya. Dengan aksi ini, saham publik HMSP akan meningkat jadi 7,62%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×