kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hingga Oktober, Agung Podomoro (APLN) raih marketing sales senilai Rp 1,5 triliun


Senin, 02 Desember 2019 / 21:48 WIB
Hingga Oktober, Agung Podomoro (APLN) raih marketing sales senilai Rp 1,5 triliun
ILUSTRASI. Suasana pembangunan Podomoro Golf View, Depok, Jawa Barat (22/3). Agung Podomoro Land (APLN) mengantongi pendapatan pra penjualan atau marketing sales senilai Rp 1,5 triliun per Oktober 2019. KONTAN/Muradi/2019/03/22

Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengantongi pendapatan pra penjualan atau marketing sales senilai Rp 1,5 triliun per Oktober 2019. Adapun hingga per September 2019, marketing sales perusahaan tercatat Rp 1,3 triliun. 

Direktur Keuangan APLN Cesar Manikan Dela Cruz berharap marketing sales tahun depan akan meningkat. Hal ini sering dengan kinerjanya keuangannya yang juga diproyeksikan bertumbuh tahun depan. 

Baca Juga: Emiten konstruksi genjot recurring income, berikut rekomendasi analis

Optimisme APLN didorong oleh beberapa hal di antaranya tidak adanya momentum pemilihan umum (pemilu), juga perpajakan yang diatur. 

" Ini dampaknya tahun depan. Terlalu dini untuk bagus atau tidak, tetapi semua developer berharap kebaikan industri tahun depan," kata Caesar ketika ditemui usai menggelar public expose di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/12).

Sayangnya terkait target kinerja tahun depan, APLN belum bisa membeberkannya.

Sekadar informasi, per September 2019 APLN  membukukan pendapatan dan penjualan sebesar Rp 2,92 triliun turun 23,15% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,803 triliun.

Baca Juga: MNC Vision Networks (IPTV) ganti model bisnis tahun depan

Adapun dari pendapatan dan penjualan itu 66% diantaranya dikontribusikan oleh penjualan strata dan 34% dikontribusikan oleh pendapatan berulang. 

Dari total penjualan strata, apartemen memberikan kontribusi sebesar 59%, toko bertingkat sebesar 24%, perumahan sebesar 8%, kios sebesar 7%, dan 2% sisanya dari kantor.

Asal tahu saja, kontribusi terbesar penjualan apartemen berasal dari Proyek Podomoro City Deli di Medan. Sementara kontribusi untuk penjualan toko bertingkat berasal dari Podomoro Golf View. 

Dari pendapatan berulang, sewa memberikan kontribusi 67% dan hotel memberikan kontribusi 33%. Adapun kontribusi terbesar dari sewa adalah Central Park Mall, sementara kontribusi hotel terbesar dari Indigo Hotel Seminyak. 

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) proyeksikan porsi recurring income capai 25% dalam empat tahun




TERBARU

×