kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.997.000   -24.000   -0,79%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Tangkap Peluang di Industri Energi, Elnusa Konsisten Terapkan Strategi yang Adaptif


Sabtu, 14 Maret 2026 / 10:29 WIB
Tangkap Peluang di Industri Energi, Elnusa Konsisten Terapkan Strategi yang Adaptif
ILUSTRASI. PT Elnusa Tbk ELSA (Dok/ELSA)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat upaya pengembangan usaha untuk menangkap peluang bisnis seiring pertumbuhan industri energi nasional.

Langkah ini sekaligus mempertegas peran ELSA dalam mendukung target produksi migas nasional menuju 1 juta barel oil per day (BOPD).

Seiring meningkatnya kebutuhan layanan hulu migas, ELSA mengembangkan strategi bisnis adaptif yang berfokus pada empat pilar utama peningkatan produksi migas, yaitu Routine Work Program, acceleration from Reserve to Production, Enhanced Oil Recovery (EOR), serta Exploration.

 Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok Rp 24.000 Jadi Rp 2.997.000 per Gram pada Sabtu (14/3)

Keempat pilar tersebut menjadi fondasi penting bagi industri hulu migas dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus membuka peluang penemuan sumber daya baru.

Direktur Pengembangan Usaha Elnusa Arief Prasetyo Handoyo menyampaikan, implementasi setiap pilar tersebut memiliki tantangan tersendiri, mulai dari meningkatnya biaya kegiatan eksplorasi dan produksi, tingginya resiko subsurface yang berpengaruh terhadap penemuan cadangan baru, hingga kebutuhan teknologi untuk meningkatkan produktivitas lapangan migas yang telah matang.

Melalui kapabilitas teknologi dan integrasi layanan yang dimiliki, ELSA menghadirkan solusi yang efisien dan terintegrasi untuk menjawab tantangan tersebut. "Kami optimistis dapat terus mendukung peningkatan aktivitas industri energi sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan,” ujar Arief dalam keterbukaan informasi, Jumat (13/3).

Dalam mendukung pengembangan Enhanced Oil Recovery (EOR), ELSA berkolaborasi dengan Subholding Upstream Pertamina untuk mengembangkan Chemical EOR (CEOR) dan teknologi Vibroseis EOR yang dirancang untuk membantu meningkatkan perolehan minyak pada lapangan mature.

Selain itu, ELSA juga mendorong pengembangan fasilitas blending dan meningkatkan penggunaan material domestik guna mengurangi kebutuhan material impor sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional industri.

Pada aspek akselerasi cadangan menjadi produksi, ELSA menghadirkan solusi operasi berbiaya rendah (low-cost operation) yang memungkinkan pengembangan lapangan non ekonomis agar dapat dimonetisasi serta berproduksi secara lebih ekonomis.

Sementara pada routine work program, ELSA mengoptimalkan kekuatan integrasi multi-bisnis melalui layanan workover dan well intervention terintegrasi guna menjaga keberlanjutan produksi lapangan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Strategi ini didukung oleh portofolio bisnis ELSA yang terdiversifikasi di tiga segmen utama, yaitu Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Penjualan Barang dan Jasa Distribusi dan Logistik Energi, serta Jasa Penunjang Migas.

Sepanjang tahun 2025, ELSA mencatat kinerja operasional yang solid di ketiga segmen tersebut melalui berbagai layanan seperti survei seismik, wireline logging, well testing, modular rig, hydraulic workover, OCTG, fabrikasi dan konstruksi, marine vessel dan barge, hingga layanan distribusi energi.

Pada segmen Penjualan Barang dan Jasa Distribusi dan Logistik Energi, ELSA turut mencatat pertumbuhan volume angkutan BBM lebih dari 22% secara tahunan, sehingga mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan transportasi energi di berbagai wilayah operasional.

ELSA juga terus memperluas layanan melalui pengelolaan depot energi, distribusi LPG, pelumas, serta bahan kimia industri.

Selain memperkuat bisnis inti, ELSA juga mendorong diversifikasi portofolio usaha, antara lain melalui pengembangan jasa survei seismik untuk sektor non-migas seperti batubara serta pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke pasar internasional, termasuk proyek pengiriman ke Aljazair melalui kerja sama dengan mitra strategis.

Arief menambahkan, strategi pengembangan usaha tersebut juga tercermin dari perolehan kontrak perusahaan sepanjang 2025 yang tetap kuat di tengah dinamika industri, hingga tahun 2026.

Untuk ke depannya, ELSA melihat peluang pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, serta kebutuhan layanan distribusi energi.

"Oleh karena itu, Elnusa akan terus memperkuat kapabilitas teknologi, integrasi layanan, serta kolaborasi dengan mitra strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan industri energi,” tutup Arief.

Baca Juga: GOTO Pasang Target Kinerja Agresif pada 2026, Intip Prospek Sahamnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×