kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Hedging, GIAA klaim bisa hemat US$ 16,4 juta


Selasa, 14 April 2015 / 12:30 WIB
Hedging, GIAA klaim bisa hemat US$ 16,4 juta
ILUSTRASI. Kesalahan menggunakan talenan berpotensi besar menimbulkan kontaminasi silang bakteri pada makanan.


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terus berupaya mengantisipasi merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang bisa berimbas pada kinerja perseroan. Salah satunya adalah melakukan transaksi lindung nilai alias hedging.

Maskapai penerbangan pelat merah ini meneken kerjasama hedging melalui cross currency swap dengan empat bank.

Empat bank yang dimaksud adalah PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII), PT Bank Mega Tbk, ANZ Indonesia, dan Standard Chartered Bank Indonesia.

Ini merupakan transaksi ke hedging yang ke dua oleh perseroan. Total nilai transaksi ke dua ini sebesar Rp 1 triliun. Tenor transaksi ditentukan selama tiga tahun tiga bulan. M Arif Wibowo, Direktur Utama GIAA mengatakan, keempat bank itu akan membayarkan kewajiban GIAA kepada pemegang obligasi rupiah mulai 5 April 2015.

Kemudian, GIAA akan membayar seluruh kewajiban pada keempat bank dalam denominasi dollar AS pada 5 Juli 2018. Hal ini dilakukan guna mengurangi risiko yang timbul akibat fluktuasi nilai tukar. Misalnya, lonjakan biaya operasional.

Pasalnya, biaya untuk bahan bakar, perawatan pesawat, dan sewa pesawat dibayar dalam dollar AS.

"Efisiensi dari transaksi cross currency swap tahap dua ini diperkirakan sebesar US$ 16,4 juta," ujar Arif, Selasa (14/4).

Selain itu, lanjut dia, dengan dipatoknya kurs rupiah terhadap dollar AS ini bisa membuat kegiatan operasional lebih konsisten. Hal ini lantaran pembayaran biaya operasional dalam dollar AS lebih stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×