kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45854,78   15,16   1.81%
  • EMAS1.355.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harita Nickel (NCKL) Bentuk Dua Unit Usaha Baru, Ini Tujuan dan Dampaknya


Selasa, 28 Mei 2024 / 10:10 WIB
Harita Nickel (NCKL) Bentuk Dua Unit Usaha Baru, Ini Tujuan dan Dampaknya
ILUSTRASI. Kawasan industri pengolahan nikel Harita Nickel di Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel mendirikan dua entitas baru yakni PT Bhakti Bumi Sentosa (BBS) dan PT Cipta Kemakmuran Mitra (CKM). Pembentukan kedua unit usaha ini merupakan langkah NCKL meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi operasional.

Direktur Utama Harita Nickel, Roy Arman Arfandy, menerangkan bahwa BBS akan fokus pada peningkatan praktik pengelolaan sisa hasil produksi. 

Entitas ini akan mengolah sisa hasil produksi dari proses High Pressure Acid Leaching (HPAL) berupa tailing, menjadi barang-barang bernilai ekonomi yang selaras dengan prinsip ekonom sirkular.

Baca Juga: Harita Nickel (NCKL) akan Buyback Saham, Siapkan Anggaran Rp 400 Miliar

"Dengan mengolah sisa hasil produksi menjadi produk yang lebih bernilai, kami tidak hanya mengoptimalkan operasi, tetapi juga memperkuat komitmen kami terhadap pengelolaan lingkungan," ujar Roy dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Senin (27/5).

Dengan mengubah sisa hasil produksi menjadi produk bernilai tambah, BBS akan berkontribusi pada tujuan keberlanjutan dan efisiensi operasional. 

Adapun, PT Halmahera Persada Lygend (anak perusahaan yang dimiliki langsung 45% oleh NCKL) memegang 21.026 saham (94,24%) BBS, sedangkan 5,76% atau 1.285 saham dimiliki oleh Hong Kong Blue Whale International Limited.

 

Sementara itu, CKM didirikan dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional dengan memproduksi kapur tohor atau quicklime. Salah satu bahan utama yang diperlukan untuk proses pemurnian bijih nikel kadar rendah menggunakan HPAL.

Baca Juga: Begini Strategi Trimegah Bangun Persada (NCKL) Mengejar Target Produksi

Unit usaha baru tersebut bertujuan untuk memastikan stabilitas dan efisiensi pasokan bahan utama ini, sehingga dapat mendukung proses produksi dan efektivitas operasional secara keseluruhan.

Dalam CKM ini, NCKL memegang 4.040 saham atau setara 40%. Sedangkan mayoritas dimiliki oleh Hong Kong Blue Whale International Limited yang memegang 6.060 saham yang mencerminkan kepemilikan 60% saham.

Dari sisi pergerakan saham, pada awal perdaganagn Selasa (28/5) ini NCKL masih bergerak melemah. Hingga 09:57 WIB harga NCKL turun 0,47% ke posisi Rp 1.060 per saham. Secara year to date, harga saham NKCL mengakumulasi kenaikan 6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM) Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×