kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.908   38,00   0,21%
  • IDX 5.693   -127,81   -2,20%
  • KOMPAS100 737   -15,50   -2,06%
  • LQ45 562   -11,43   -2,00%
  • ISSI 197   -3,82   -1,90%
  • IDX30 319   -6,05   -1,86%
  • IDXHIDIV20 394   -6,97   -1,74%
  • IDX80 84   -1,75   -2,05%
  • IDXV30 107   -1,24   -1,15%
  • IDXQ30 103   -1,99   -1,89%

Hari ini IHSG rawan koreksi akibat sentimen global


Jumat, 08 April 2016 / 08:19 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

HJAKARTA. Indeks diprediksi berfluktuasi pada perdagangan akhir pekan ini. Memburuknya kembali kondisi pasar saham global dipicu kekhawatiran prospek pertumbuhan ekonomi global dan kawasan Asia akan kembali mempengaruhi pergerakan IHSG ini.

Sejumlah harga saham sektoral yang relatif tinggi terutama di sektor tambang dan konsumsi rawan aksi ambil untung pemodal.

"IHSG diperkirakan bergerak di 4.840 hingga 4.890 rawan koreksi," ujar David Sutyanto, Kepala Riset First Asia Capital dalam Marlet Research, Jumat (8/4).

Sebelumnya, IHSG bergerak fluktuatif pada perdagangan kemarin. Setelah sempat menguat 32 poin, namun IHSG gagal ditutup pada teritori positif. IHSG akhirnya tutup flat di 4.867,285 melemah tipis tidak sampai satu poin.

Pada perdagangan kemarin pembelian bersih asing meningkat mencapai Rp 681 miliar. Saham pertambangan, aneka industri dan perdagangan bergerak bullish seiring kenaikan harga komoditas energi dan tambang logam.

Penguatan rupiah atas dolar AS sebesar 0,6% di Rp13162 turut menopang aksi beli selektif pemodal. Namun penguatan sejumlah saham sektoral tersebut dibayangi aksi ambil untung di sesi terakhir yang membuat posisi IHSG gagal tutup di teritori positif.

Pergerakan IHSG kemarin terimbas sentimen kawasan yang kembali khawatir dengan perlambatan ekonomi global setelah hari sebelumnya pasar dipicu sentimen positif menyusul redahnya kekhawatiran kenaikan tingkat bunga FFR dalam waktu dekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×