kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

Hari ini (7/4) pemerintah gelar lelang sukuk tambahan, ada lima seri yang ditawarkan


Rabu, 07 April 2021 / 07:47 WIB
Hari ini (7/4) pemerintah gelar lelang sukuk tambahan, ada lima seri yang ditawarkan
ILUSTRASI. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara. KONTAN/Baihaki


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah pada hari ini, Rabu (7/4) akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tambahan (greenshoe option). Lelang tambahan ini diadakan seiring dengan hasil lelang sukuk pada Selasa (6/4) yang penyerapannya masih di bawah target indikatif pemerintah.

Adapun, pada lelang kemarin, jumlah penawaran yang masuk hanya mencapai Rp 14,56 triliun. Jumlah ini turun dibandingkan lelang SBSN sebelumnya, sekaligus menjadi jumlah penawaran SBSN paling rendah sepanjang tahun ini. Dari jumlah tersebut, pemerintah memutuskan menyerap sebesar Rp 7,345 triliun. Masih di bawah target yang sebesar Rp 10 triliun.

Oleh karena itu, agar bisa memenuhi target, pemerintah memutuskan mengadakan lelang greenshoe option pada hari ini. 

Baca Juga: BI beli SBN di pasar perdana sebesar Rp 79,71 triliun sepanjang kuartal I-2021

Pada lelang tambahan kali ini, pemerintah akan melelang 5 seri Project Based Sukuk (PBS). Berikut detail seri yang akan dilelang:

1. Seri PBS027 yang jatuh tempo pada 15 Mei 2023. Pemerintah menetapkan Weight Average Yield (WAY) untuk seri ini sebesar 4,91%. 

2. Seri PBS017 yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2025. Pemerintah menetapkan Weight Average Yield (WAY) untuk seri ini sebesar 5,77%.

3. Seri PBS029 yang jatuh tempo pada 15 Maret 2034. Pemerintah menetapkan Weight Average Yield (WAY) untuk seri ini sebesar 6,65%. 

4. Seri PBS004 yang jatuh tempo pada 15 Februari 2037. Pemerintah menetapkan Weight Average Yield (WAY) untuk seri ini sebesar 6,69% 

5. Seri PBS028 yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2046. Pemerintah menetapkan Weight Average Yield (WAY) untuk seri ini sebesar 7,19% 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, rendahnya antusiasme peserta lelang SBSN kemarin disertai dengan permintaan yield yang cukup tinggi dari peserta lelang. Hal ini pada akhirnya mendorong pemerintah untuk lebih selektif menyerap dana lelang pekan ini. Dus, berujung dengan adanya lelang SBSN tambahan.

Baca Juga: Ini seri yang paling banyak diburu dalam lelang sukuk hari ini (7/4)

“Rendahnya permintaan pada lelang disebabkan oleh masih adanya tekanan dari pergerakan yield US Treasury di pasar global, sehingga investor cenderung wait and see terhadap penawaran di pasar primer,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Selasa (6/4).

Ke depan, Josua meyakini keadaan di pasar obligasi dalam negeri akan membaik. Hal ini sejalan dengan mulai skeptisnya investor terhadap laju pemulihan AS karena indikator yang cenderung memberikan sinyal mixed. 

Pada akhirnya, ini akan membuat tekanan yield US Treasury akan berkurang, yang kemudian mendorong investor untuk kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia.

Selanjutnya: Sepi peminat, jumlah penawaran lelang sukuk hari ini (6/4) hanya Rp 14,56 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×