kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Harga tembaga tertekan karena pelemahan data ekonomi China


Kamis, 12 September 2019 / 19:33 WIB
ILUSTRASI. Tembaga Mulia Semanan


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

Di samping itu, harga tembaga berpeluang terangkat berkat seruan pemogokan kerja tak terbatas oleh Federasi Nasional Pekerja Tambang Peru pada Selasa lalu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap reformasi tenaga kerja pemerintah Peru.

Aksi mogok kerja ini dinilai dapat menghambat produksi tembaga di Peru, sehingga memengaruhi pergerakan harga komoditas tersebut di pasar global.

“Sentimen dari Peru ini hanya bumbu saja. Ketika perang dagang mereda, sebenarnya harga tembaga menjadi lebih mudah mengalami kenaikan,” ungkap dia.

Baca Juga: Kementerian ESDM: Hasil ekspor nikel tak cukup untuk bangun smelter

Dari sisi teknikal, bollinger moving average 10% di atas bollinger bawah. Indikator stochastic 70% positif sedangkan MACD 60% positif. Adapun indikator RSI wait and see. Namun, jika ECB benar-benar menurunkan suku bunga acuan, indikator RSI dapat menguat.

Ibrahim memprediksi, harga tembaga akan bergerak di kisaran US$ 5.720—US$ 6.200 per metrik ton pada perdagangan Jumat (13/9). Sementara sepekan ke depan, harga tembaga ditaksir berada di area US$ 5.720—US$ 6.700 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×