kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga tembaga tertahan stok dan produksi


Senin, 18 September 2017 / 19:36 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Harga tembaga rebound dari penutupan pekan lalu. Pasar mengantisipasi rilis data China yang menjadi sumber utama penguatan dan pelemahan berbagai harga komoditas.

Senin (18/9) pukul 18.00 WIB, harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan ke depan di London Metal Exchange naik 0,58% menjadi US$ 6.545 per metrik ton dibanding penutupan pekan sebelumnya di US$ 6.507 per metrik ton.

Research & Analyst Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto mengatakan, rebound ini merupakan efek rilis investasi langsung di China pada Januari-Agustus yang mencapai CNY 547,94 miliar. Angka ini turun 0,2% secara tahunan. Penurunan ini mengecil ketimbang periode tujuh bulan yang turun 1,2%.

Andri menyatakan hal ini sempat menimbulkan kekhawatiran pasar akan pelambatan permintaan tembaga. "Sampai dengan pekan ini harga tembaga masih akan terpengaruh data China, baik yang sudah rilis maupun yang akan rilis," kata Andri saat dihubungi KONTAN, Senin (18/9).

Apalagi saat ini produksi tembaga Tiongkok pada Agustus menguat 2,2% menjadi 5,84 juta ton dibanding angka bulan Juli dan memberikan sinyal pertumbuhan yang baik.

Andri menambahkan, persediaan stok di London Metal Exchange terus bertambah. Stok tembaga LME melonjak 67.600 ton menjadi total 276.025 ton. Besarnya penambahan stok ini menahan laju harga.

Melihat sentimen tersebut, Andri menganalisa harga tembaga bakal bergerak konsolidasi dengan kemungkinan sideways. Secara teknikal Andri melihat indikator moving average (MA) 50, MA 100 dan MA 200 serentak memberikan sinyal buy. Begitupula moving average convergence divergence (MACD) yang memasuki level 40,5 memberikan sinyal buy.

Sedangkan relative strength index (RSI) netral di level 14 netral dan stochastic menunjukkan sell di level 25,5. Andri memperkirakan, harga tembaga akan bergerak pada US$ 6.470-US$ 6.520 per metrik ton untuk besok dan US$ 6.420-US$ 6.550 per metrik ton pada sepekan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×