kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga SUN dalam tren menurun, Jumat


Jumat, 07 Desember 2018 / 09:37 WIB
ILUSTRASI. Pasar Modal


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan, Jumat (7/12), berpotensi turun karena didukung indikator teknikal yang menunjukkan harga SUN berada pada tren penurunan harga.

Namun, I Made Adi Saputra Analis Fixed Income MNC Sekuritas mengatakan penurunan harga akan mulai terbatas seiring dengan akan mulai terjaganya nilai tukar rupiah di tengah pelemahan mata uang dollar AS terhadap mata uang utama dunia.

"Imbal hasil US Treasury yang terus mengalami penurunan, menjadikan instrumen SUN akan kembali menarik bagi investor asing," kata Made dalam riset, Jumat (7/12).

Pelaku pasar hari ini akan mencermati data cadangan devisa per akhir November 2018 yang akan disampaikan Bank Indonesia (BI) pada hari ini.

Made memperkirakan angka cadangan devisa akan naik dibandingkan dengan posisi di akhir Oktober 2018 karena dana asung masuk ke pasar modal Indonesia baik di pasar saham maupun obligasi.

Di tengah masih terbukanya peluang koreksi harga lanjutan, Made menyarankan investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga SUN di pasar sekunder.

Seiring dengan koreksi harga, tingkat imbal hasil beberapa seri SUN cukup menarik untuk kembali diakumulasi di tengah laju inflasi yang Made perkirakan masih akan terkendali. Beberapa seri tersebut diantaranya, FR0061, FR0043, FR0070, FR0056, FR0042, FR0058, FR0074, FR0068, FR0072 dan FR0067.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×