kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Harga SBN menurun setelah reli enam pekan


Senin, 18 November 2019 / 00:01 WIB
Harga SBN menurun setelah reli enam pekan
ILUSTRASI. Harga SBN menurun setelah reli enam pekan. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/06/10/2016


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Yudho Winarto

Selain faktor profit taking, Lili mengamati saat ini, harga SUN terkoreksi karena juga terpengaruh belum adanya kejelasan mengenai perkembangan penandatanganan kesepakatan damai dagang AS dan China fase satu.

"Isu perang dagang jadi faktor utama yang menahan laju penguatan pasar obligasi," kata Lili, Jumat (15/11).

Baca Juga: Defisit APBN melebar, realisasi penerbitan SBN telah lampaui pagu

Investor asing juga mulai ragu masuk pasar SBN karena Gubernur The Fed, Jerome Powell mengatakan tidak akan ada penurunan FRR lagi kecuali perekonomian AS memburuk.

Ariawan juga mengatakan kondisi geopolitik masih mengkhawatirkan. "Investor asing belum masuk ke aset berisiko dan berdampak pada tertahannya aliran masuk dana asing di pasar SBN," kata Ariawan,

Tak dipungkiri isu perang dagang masih akan membayangi pasar obligasi dan menekan harga obligasi. Namun, Lili memproyeksikan koreksi harga yang terjadi saat ini bisa mereda sejalan dengan rilis data ekonomi Indonesia yang membaik, di antaranya, posisi cadangan devisa per Oktober naik jadi US$ 126,69 miliar.

Baca Juga: Dana asing yang sudah masuk pasar domestik sebesar Rp 226,7 triliun per 7 November

Selain itu, neraca perdagangan Oktober juga surplus US$ 161,3 juta. Sementara, rupiah di pasar spot relatif stabil.

Ariawan juga masih menilai pasar obligasi saat ini menarik meski kini harganya turun. Hingga akhir tahun Ariawan memproyeksikan yield berpotensi turun ke 6,85%. Sementara, per Jumat (15/11) yield berada di level 7%, dengan begitu harga SBN berpotensi naik.

"Reli di pasar SBN masih akan lanjut, jika tahun ini yield sudah turun sekitar 100 basis poin, di tahun depan masih bisa turun 50 basis poin, memang mengecil karena tren penurunan suku bunga di tahun depan tidak akan seagresif tahun ini," kata Ariawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×