kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Harga SBN menurun setelah reli enam pekan


Senin, 18 November 2019 / 00:01 WIB
Harga SBN menurun setelah reli enam pekan
ILUSTRASI. Harga SBN menurun setelah reli enam pekan. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/06/10/2016


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Surat Berharga Negara (SBN) berbalik menurun, setelah pasar obligasi reli.

Mengutip Indonesia Composite Bond Index (ICBI), harga SUN menurun 0,3% ke level 272,87 per Kamis (14/11), setelah sempat sentuh level tertinggi lebih dari lima tahun  di level 273,69 pada Jumat (8/11).

Namun, per Jumat (15/11), harga SUN kembali naik tipis 0,09% ke level 273,13. Analis Obligasi BNI Sekuritas Ariawan mengamati harga obligasi terkoreksi karena pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah pasar obligasi reli.

Baca Juga: Dana Bank yang Parkir di SBN Melonjak, Bankir Bilang Masih Wajar

Analis Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Lili Indarli mencatat pasar obligasi dalam enam pekan lalu konsisten naik, sehingga wajar bila harga terkoreksi.

Ada pun katalis positif yang mendorong penguatan pasar obligasi kemarin adalah pertama,  optimisme kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China fase satu. Kedua, penurunan suku bunga Fed Fund Rate (FFR). Ketiga, perpanjangan deadline Brexit dari Oktober ke Januari 2020.

Sementara, sentimen dalam negeri yang turut mendorong penguatan harga obligasi adalah, respon positif pasar terhadap susunan kabinet Jokowi-Ma'Ruf serta penurunan suku bunga BI seven days reverse repo rate.

Baca Juga: Penempatan dana bank di surat berharga masih tinggi, untuk apa?

Ditambah lagi, rilis data current account deficit Indonesia yang membaik di defisit 2,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) langsung membuat harga obligasi melambung sentuh rekor tertinggi pada pekan lalu.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×