kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Saham Teknologi DCII, TFAS, MSIN, DMMX Melesat Pada 2021, Bagaimana Tahun 2022?


Selasa, 04 Januari 2022 / 06:55 WIB
Harga Saham Teknologi DCII, TFAS, MSIN, DMMX Melesat Pada 2021, Bagaimana Tahun 2022?


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga saham berbasis teknologi seperti DCII, TFAS, MSIN dan DMMX melesat kencang sepanjang tahun 2021. Apakah saham teknologi seperti DCII, TFAS, MSIN dan DMMX masih memiliki prospek cerah pada tahun 2022 ini?

DCII adalah kode saham dari PT DCI Indonesia Tbk. Pada akhir tahun 2021, harga saham DCII ditutup di level 44.000, meningkat pesat hingga 10.370,24% dalam setahun.

Pada hari pertama perdagangan tahun 2022, harga saham DCII masih meningkat pesat. Harga saham DCII pada Senin 3 Januari 2022 ditutup di level 47.500, naik 3.525 poin atau 8,02%.

TFAS adalah kode saham dari PT Telefast Indonesia Tbk. Harga saham TFAS pada tahun 2021 melonjak 4.386,66%.

MSIN adalah kode saham dari PT MNC Studios International Tbk. Harga saham MSIN pada tahun 2021 naik 1.290,40%.

DMMX adalah kode saham dari PT Digital Mediatama Maxima Tbk. Harga saham DMMX pada tahun 2021 tumbuh 1.052,54%.

Selain itu, saham-saham teknologi ini juga menjadi saham dengan kenaikan tertinggi di beberapa indeks, salah satunya Jakarta Islamic Index (JII). Saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) bertengger di posisi kedua dengan kenaikan 62,86% di indeks JII.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menuturkan, saham sektor teknologi menarik minat investor karena perkembangan teknologi yang terus terjadi. 

Bisnis yang mengarah pada digitalisasi membuat emiten teknologi semakin diuntungkan situasi dan kinerjanya pun diperkirakan akan cenderung stabil, bahkan meningkat.

Untuk kenaikan saham DCII dan EMTK, Ivan menjelaskan, sejauh ini jika melihat pada kinerja keuangan terakhir kedua emiten tersebut secara valuasi sudah jauh lebih mahal dari emiten sejenis seperti PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL). 

“Sehingga meroketnya harga saham diperkirakan merupakan efek meningkatnya minat terhadap kedua saham tersebut dengan ekspektasi yang lebih tinggi di tahun 2022 ini,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (3/1).

Baca Juga: IHSG Naik 1,27% ke 6.665 pada Perdagangan Senin (3/1), Asing Beli ARTO, TLKM, EMTK




TERBARU

[X]
×