kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45854,78   15,16   1.81%
  • EMAS1.355.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Saham Blue Chip Ini Turun 18% Sebulan, Pilih Beli Atau Jual?


Kamis, 30 Mei 2024 / 08:05 WIB
Harga Saham Blue Chip Ini Turun 18% Sebulan, Pilih Beli Atau Jual?
ILUSTRASI. Harga Saham Blue Chip Ini Turun 18% Sebulan, Pilih Beli Atau Jual?


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham blue chip sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali dalam tren melemah. Meski terlihat semakin murah,  analis mengingatkan investor hati-hati dengan saham tersebut.

Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman lama di lantai bursa. Saham blue chip biasanya memiliki fundamental kuat dan kapitalisasi pasar besar mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah.

Di BEI, saham dengan karakteristik blue chip biasanya saham di indeks mayor seperti LQ45. PTBA termasuk satu dari 45 saham anggota LQ45.

Pada perdagangan Rabu 29 Mei 2024, harga saham PTBA  ditutup di level 2.470, turun 40 poin atau 1,59% dibandingkan sehari sebelumnya.  Dalam sebulan perdagangan, harga saham PTBA terakumulasi turun 560 poin atau 18,48%.

 

Analis mengingatkan harga saham PTBA masih berpotensi mengalami tekanan. Hal itu karena harga batu bara dunia masih akan cukup tertekan pada tahun 2024 ini. 

Hal itu disampaikan Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer. "Kami menilai harga batubara global hanya akan berkisaran antara US$ 117 per ton sepanjang tahun ini," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (27/).

Berdasarkan Trading Economics, harga batubara berada di US$ 143,3 per ton sampai dengan Senin (26/5). Dalam sebulan terakhir, harganya telah menanjak 5,56%.

Analis Mirae Asset Sekuritas Rizkia Darmawan melanjutkan, kenaikan harga baru-baru ini kemungkinan besar didorong oleh kekhawatiran akan kondisi cuaca yang kurang baik. Utamanya, gelombang panas yang saat ini melanda Asia Tenggara.

Baca Juga: Cek Top Gainers Saham Blue Chip di Penutupan Bursa Senin (27/5), Ada Saham AMMN

Gelombang panas ini diperkirakan akan menyebabkan permintaan yang lebih tinggi untuk listrik, terutama untuk keperluan pendinginan, dan juga dapat mendorong penimbunan untuk mengantisipasi kebutuhan di masa depan.

"Untuk saat ini, Darma mempertahankan perkiraan harga rata-rata Newcastle untuk tahun 2024 sebesar US$ 126 per ton, sambil terus memantau dinamika perdagangan, seperti dampak dari sanksi AS baru-baru ini terhadap Rusia dan juga kondisi cuaca," paparnya.

Sejalan dengan hal tersebut, diperkirakan pada semester I tahun ini kinerja PTBA memiliki potensi perbaikan kinerja sejalan dengan kenaikan harga komoditas batubara dunia. Namun, pada semester II diperkirakan kinerjanya masih akan sejalan dengan normalisasi harga batubara dunia.

Mengutip RTI, price earning ratio (PER) PTBA sebesar 9,18 kali. Darma mencermati, dengan valuasi ini maka harga saham PTBA berada di atas pasar. Ia pun mengantisipasi adanya potensi tekanan jual pada harga saham PTBA setelah tanggal pembayaran dividen 6 Juni 2024.

Ia pun merekomendasikan sell saham PTBA dengan target harga Rp 2.500.

Sementara Khaer merekomendasikan trading buy saham PTBA dengan target harga Rp 2.650, mengingat potensi dividen yang ditawarkan oleh emiten emiten komoditas khususnya batubara masih cukup menarik di tahun ini.

Itulah rekomendasi saham blue chip untuk perdagangan hari ini, Kamis 30 Mei 2024. Ingat, segala risiko investasi atas pembelian atau penjualan saham menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM) Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×