kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Harga nikel tumbuh 10,65% sepanjang kuartal tiga


Selasa, 03 Oktober 2017 / 18:17 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di antara komoditas logam industri lain, nikel berhasil mencatatkan pertumbuhan paling mengagumkan selama kuartal III lalu. Sejak akhir Juli hingga awal Oktober ini, harga nikel tercatat telah tumbuh 10,65%. Penguatan ini mengompensasi tekanan harga yang terjadi sepanjang semester I sebesar 6,28%.

Mengutip Bloomberg, harga nikel kontrak pengiriman tiga bulanan di London Metal Exchange pada penutupan perdagangan Senin (2/10) melemah 1,05% ke level US$ 10.390 per metrik ton. Sedangkan jika melihat sepekan sebelumnya, harga nikel terkoreksi lebih dalam 1,8%.

Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka menuturkan di kuartal III pergerakan nikel masih cukup dipengaruhi dari situasi politik di Filipina. Walaupun Menteri Lingkungan Hidup Filipina Roy Cimatu mencabut larangan operasi terhadap sejumlah tambang, Presiden Filipina Rodrigo Duterte malah menerapkan aturan untuk menerapkan pajak tinggi bagi perusahaan yang melanggar.

Hal tersebut sempat membuat harga melambung di bulan Agustus. “Kemudian adanya reformasi tambang di China efeknya juga membuat tambang kembali naik termasuk nikel,” kata Ibrahim, Selasa (3/10).

Menurutnya kondisi ekonomi dan manufaktur yang terus membaik telah mengangkat harga nikel. Pertumbuhan ekonomi China kuartal II-2017 meningkat ke 6,9% dibanding periode yang sama tahun lalu di kisaran 6,8%.

Sementara itu, dari sisi produksi produsen nikel terbesar di Jepang, Sumitomo Metal Mining Co merevisi prospek defisit nikel tahun 2017 dari semula 4.000 ton menjadi 51.000 ton. Sumitomo memperkirakan, produksi global akan meningkat menjadi 2.093 miliar ton dari sebelumnya 2.049 miliar ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×