kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Harga minyak WTI turun meski ada pemangkasan produksi OPEC


Senin, 10 Desember 2018 / 07:35 WIB
Harga minyak WTI turun meski ada pemangkasan produksi OPEC
ILUSTRASI. HARGA MINYAK DUNIA


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak cenderung mendatar pada awal pekan ini. Senin (10/12) pukul 7.11 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 52,45 per barel, turun 0,30% jika dibandingkan dengan harga penutupan pekan lalu pada US$ 52,61 per barel.

Sedangkan harga minyak brent untuk pengiriman Februari 2019 di ICE Futures berada di US$ 61,81 per barel , naik 0,23% dari harga penutupan pekan lalu pada US$ 61,67 per barel.

Harga minyak akhir pekan lalu menguat setelah para produsen minyak OPEC dan Rusia menyepakati pemangkasan produksi untuk menurunkan stok minyak dunia dan kembali mengangkat harga minyak. OPEC+ sepakat memangkas total 1,2 juta barel minyak per hari mulai tahun depan.

Besaran pemangkasan ini sedikit di atas prediksi pasar yang meramal pemangkasan produksi 1 juta barel per hari. OPEC akan menurunkan produksi 800.000 barel per hari pada Januari. Sedangkan non-OPEC akan memangkas produksi 400.000 barel per hari.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengonfirmasi total rencana pemangkasan ini. Dia mengatakan, pasar akan oversuppy pada semester pertama tahun depan.

"Tanpa pemankgasan, akan ada tekanan turun yang besar pada pasar minyak. Saya pikir Saudi mencoba mempertahankan hubungan dengan Amreika Serikat (AS), tapi mereka juga perlu memangkas produksi karena perlu harga minyak yang tinggi untuk menyeimbangkan anggaran," kata John Paisie, executive vice president Stratas Advisors kepada Reuters.

Produksi minyak dari tiga produsen terbesar, yakni OPEC, Rusia dan AS naik 3,3 juta barel per hari sejak akhir 2017 menjadi 56,38 juta barel per hari. Angka ini memenuhi 60% konsumsi minyak global. Lonjakan terutama berasal dari produksi minyak AS yang mencapai 2,5 juta barel per hari sejak 2016 menjadi 11,7 juta barel per hari. Ini adalah rekor tertinggi produksi AS dan menjadikan Paman Sam sebagai produsen minyak terbesar dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×