kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Harga Minyak Turun Tipis, Melemah Empat Hari Beruntun


Kamis, 13 Oktober 2022 / 07:37 WIB
Harga Minyak Turun Tipis, Melemah Empat Hari Beruntun
ILUSTRASI. Penurunan tipis harga minyak pagi ini melanjutkan pelemahan di hari keempat sejak awal pekan.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak turun tipis di pagi ini dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Penurunan tipis harga minyak pagi ini melanjutkan pelemahan di hari keempat sejak awal pekan.

Kamis (13/10) pukul 7.20 WIB, harga minyak WTI kontrak November 2022 di New York Mercantile Exchange turun tipis 0,03% ke US$ 87,24 per barel. Sedangkan harga minyak Brent kontrak Desember 2022 di ICE Futures turun tipis ke US$ 92,44 per barel dari posisi kemarin US$ 92,45 per barel.

Pelemahan harga minyak didorong oleh kekhawatiran permintaan, penguatan nilai tukar dolar, dan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral utama. Baik OPEC dan Departemen Energi AS memangkas prediksi permintaan. Pekan lalu, bersama dengan sekutu termasuk Rusia, OPEC menyebabkan kenaikan harga minyak setelah adanya persetujuan untuk memotong pasokan sebesar 2 juta barel per hari (bph).

OPEC memangkas prospek pertumbuhan permintaan tahun ini antara 460.000 barel per hari dan 2,64 juta barel per hari. OPEC menyebut, hambatan permintaan terutama terjadi di tengah peningkatan langkah China untuk kembali memperketat pembatasan akibat Covid-19 dan inflasi yang tinggi.

Baca Juga: Sumpah Joe Biden: Akan Ada Konsekuensi untuk Arab Saudi setelah Keputusan OPEC+

"Ekonomi dunia telah memasuki masa ketidakpastian yang meningkat dan tantangan yang meningkat," kata OPEC dalam laporan bulanan.

Departemen Energi AS menurunkan ekspektasi untuk produksi dan permintaan di AS dan secara global. Departemen Energi AS memperkirakan peningkatan konsumsi minyak AS sebesar 0,9% pada tahun 2023. 

Prediksi ini turun dari perkiraan sebelumnya untuk kenaikan 1,7%. Departemen Energi AS memperkirakan konsumsi minyak secara global hanya akan naik 1,5%, turun dari perkiraan sebelumnya untuk pertumbuhan 2%.

"Kami tidak memperdagangkan perlambatan ekonomi - ini ketakutan akan perlambatan di masa depan," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago kepada Reuters.

Baca Juga: Lagi, OPEC Pangkas Outlook Pertumbuhan Permintaan Minyak Imbas Perlambatan Ekonomi

Pasar energi juga berada di bawah tekanan dolar AS yang menguat terhadap mata uang berimbal hasil rendah seperti yen. Komitmen Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunga sebagai pembendung inflasi yang tinggi telah mengangkat yield, membuat mata uang AS lebih menarik bagi investor asing.

Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari kemarin mengatakan bahwa bank sentral akan tetap pada jalurnya saat ini. "Kami belum melihat banyak bukti bahwa inflasi yang mendasari belum melemah," kata dia.

Inflasi tingkat produsen AS mengipasi kekhawatiran pada hari Rabu karena harga grosir naik lebih dari yang diantisipasi. Dolar AS yang lebih kuat membuat komoditas berdenominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lain dan cenderung membebani minyak dan aset berisiko lainnya.

Baca Juga: Medco (MEDC) Mau Buyback Tiga Global Bond US$ 250 Juta, Sebagian Dibiayai Pinjaman

Keputusan OPEC membuat marah AS. Presiden Joe Biden bersumpah konsekuensi yang tidak ditentukan untuk hubungan dengan Arab Saudi setelah langkah tersebut karena ketatnya pasokan saat ini di seluruh dunia.

Perusahaan monopoli pipa milik negara Rusia, Transneft, pada hari Rabu mengatakan telah menerima pemberitahuan dari operator Polandia PERN tentang kebocoran pada pipa minyak Druzhba.

Dana Moneter Internasional pada hari Selasa memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk 2023 dan memperingatkan peningkatan risiko resesi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×