kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Harga minyak turun lagi jelang pertemuan OPEC+ di akhir pekan


Rabu, 15 Mei 2019 / 07:44 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat menguat di akhir perdagangan kemarin, harga minyak kembali turun pada pagi ini. Rabu (15/5) pukul 7.20 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2019 di New York Mercantile Exchange turun 1,03% ke US$ 61,14 per barel dari posisi kemarin US$ 61,78 per barel.

Harga minyak brent untuk pengiriman Juli 2019 di ICE Futures pun turun 0,69% ke US$ 70,75 per barel dari hari sebelumnya di angka US$ 71,24 per barel.

Kemarin, harga minyak melonjak setelah eksportir minyak Arab Saudi mengatakan bahwa drone yang membawa peledak diluncurkan ke fasilitas Aramco. Sementara Rusia akan bergabunga dalam pembicaraan OPEC+ pada akhir pekan ini.

Pertemuan di Jeddah pada hari Minggu ini akan menempatkan pondasi untuk keputusan pasokan minyak OPEC+ selanjutnya. OPEC+ di semester pertama telah menurunkan produksi minyak untuk stabilisasi harga. Arab Saudi mengurangi produksi lebih cepat daripada kesepakatan.

Sehingga, Saudi masih memiliki ruang untuk menaikkan produksi tapi masih berada di dalam kesepakatan. Kenaikan ini dilakukan untuk menutup pasokan minyak Iran yang merosot akibat sanksi Amerika Serikat (AS).

Andrey Polischuk, analis energi Raiffeisenbank di Moscoo mengatakan bahwa dengan ketidakpastian ekspor Iran dan ketidakstabilan pasokan Venezuela di tengah krisis, Saudi dan Rusia akan mengambil kebijakan lebih hati-hati, baik itu menaikkan batasan produksi atau menambah produksi sebanyak-banyaknya dalam jangka pendek. "Tapi, tidak akan melepas produksi tanpa kontrol," kata Polischuk seperti dikutip Bloomberg.

Sementara American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan persediaan minyak mentah yang lebih besar daripada prediksi. Persediaan minyak mentah AS naik 8,6 juta barel hingga pekan lalu menjadi 477,8 juta barel. Padahal, para analis memperkirakan persediaan minyak akan turun 800.000 barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×