kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Harga minyak turun hampir 5% dalam sepekan terakhir


Jumat, 24 Januari 2020 / 07:25 WIB
Harga minyak turun hampir 5% dalam sepekan terakhir
ILUSTRASI. Jumat (24/1) pukul 7.05 WIB, harga minyak WTI untuk pengiriman Maret 2020 berada di US$ 55,66 per barel.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak naik tipis menjelang akhir pekan ini. Jumat (24/1) pukul 7.05 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2020 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 55,66 per barel, naik tipis dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 55,59 per barel.

Harga minyak naik tipis setelah kemarin melorot 1,9%. Harga minyak pun masih cenderung turun jika dibandingkan dengan pekan lalu. Posisi harga minyak pagi ini sudah turun 4,98% jika dibandingkan dengan akhir pekan lalu.

Baca Juga: Ketakutan virus corona membayangi, minyak WTI jatuh 3,15% dan Brent jatuh 2,91%

Pasar melanjutkan penurunan karena kekhawatiran permintaan di tengah penyebaran virus corona. "Kami memperkirakan harga bergejolak hingga US$ 5 per barel jika krisis berkembang menjadi seperti epidemik SARS," ungkap JPMorgan Commodities Research dalam catatan yang dikutip Reuters.

JPMorgan masih mempertahankan prediksi harga minyak brent rata-rata kuartal satu pada US$ 67 per barel dan US$ 64,50 per barel di tahun ini. Kemarin, harga minyak brent untuk pengiriman Maret 2020 di ICE Futures turun 1,85% ke US$ 62,04 per barel.

Baca Juga: Kementerian ESDM siap jemput bola kebut proyek smelter

Kemarin, Amerika Serikat (AS) menetapkan sanksi terkait Iran bagi dua individual dan enam perusahaan, termasuk empat perusahaan terkait National Iranian Oil Company. Di sisi lain, persediaan minyak AS pada pekan lalu turun 405.00 barel. Tapi, data Energy Information Administration juga menunjukkan bahwa stok bensin naik ke level tertinggi setelah 11 pekan terus bertambah.

"Persediaan minyak mentah turun tipis pekan lalu, karena penurunan impor diimbangi oleh aktivitas pengolahan minyak yang juga lebih rendah,"  kata Matthew Smith, direktur riset komoditas ClipperData.




TERBARU

Close [X]
×