kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.528   136,00   0,83%
  • IDX 7.797   -155,16   -1,95%
  • KOMPAS100 1.085   -20,87   -1,89%
  • LQ45 797   -14,66   -1,81%
  • ISSI 263   -4,88   -1,82%
  • IDX30 414   -7,78   -1,85%
  • IDXHIDIV20 481   -7,36   -1,51%
  • IDX80 120   -2,60   -2,12%
  • IDXV30 129   -3,32   -2,51%
  • IDXQ30 134   -2,19   -1,61%

Harga Minyak Terkoreksi Senin (25/4) Pagi, Dibayangi Penyebaran Covid-19 di China


Senin, 25 April 2022 / 07:09 WIB
Harga Minyak Terkoreksi Senin (25/4) Pagi, Dibayangi Penyebaran Covid-19 di China
ILUSTRASI. Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Senin (25/4) pagi. REUTERS/Nick Oxford/File Photo


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Senin (25/4) pagi. Pukul 07.00 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2022 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 100,54 per barel, turun 1,49% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 102,07 per barel.

Koreksi harga minyak terjadi di tengah kekhawatiran bahwa penyebaran wabah Covid-19 di China akan membebani permintaan global.

Mengutip Bloomberg, Senin (25/4), Shanghai melaporkan rekor kematian harian selama sepekan, sementara itu pihak berwenang di Beijing memperingatkan virus itu diam-diam menyebar.

Permintaan minyak dari China sebagai konsumen utama sedang menuju ke level terburuk bulan ini sejak hari-hari awal virus corona.

Baca Juga: Minyak Naik Lebih Tinggi di Tengah Kekhawatiran Atas Rusia dan Gangguan Pasokan Libya

Penyebaran Covid-19 di China menambah sumber volatilitas lain ke pasar minyak yang telah terganggu oleh perang Rusia di Ukraina. 

Konflik tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang pasokan mentah dan menyulut inflasi ketika ekonomi mulai bangkit dari keterpurukan akibat pandemi.

China menerapkan penguncian di sejumlah kota saat menekan penyebaran Covid-19. penduduk di distrik Beijing diberitahu untuk melakukan pengujian Covid-19 tiga hari mulai Senin ini untuk meredam banyaknya kasus di daerah tersebut.

Permintaan bensin, solar dan bahan bakar penerbangan di China diperkirakan turun 20% pada April, menurut orang-orang yang mengetahui industri energi China. 

Ini setara dengan penurunan konsumsi minyak mentah sekitar 1,2 juta barel per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×