kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Minyak Terkoreksi Pada Awal Pekan Ini


Senin, 13 Mei 2024 / 06:34 WIB
Harga Minyak Terkoreksi Pada Awal Pekan Ini
ILUSTRASI. Harga minyak terkoreksi di awal perdagangan pekan ini. Senin (13/5) REUTERS/Pascal Rossignol


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi di awal perdagangan pekan ini. Senin (13/5) pukul 06.23 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2024 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 78,07 per barel, turun 0,24% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 78,26 per barel.

Mengutip Bloomberg, harga minyak terkoreksi setelah Irak mengatakan tidak akan menyetujui pengurangan produksi lebih lanjut pada pertemuan OPEC+ bulan depan, sehingga meningkatkan pertaruhan menjelang pertemuan pada 1 Juni.

Harga minyak Brent diperdagangkan di bawah US$ 83 per barel, sedangkan harga minyak WTI ada di kisaran US$ 78 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok, Brent dan WTI Ditutup Melemah 1,3% di Akhir Pekan Ini

Menteri Permintakan Irak Hayyan Abdul Ghani akhir pekan lalu mengatakan bahwa Irak sudah cukup memangkas produksi minyak, meski tidak dijelaskan yang dimaksud apakah perpanjangan atau pengurangan produksi lebih dalam.

Kenaikan harga minyak mentah sepanjang tahun ini didukung oleh pengurangan pasokan yang dilakukan oleh OPEC+, termasuk Rusia.

Sebagian besar pengamat memperkirakan OPEC+ akan melanjutkan pengurangan produksinya, bahkan ketika kapasitas cadangan beberapa anggota bertambah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×