kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Terkoreksi Awal Pekan Ini, Simak Sentimennya


Senin, 11 Desember 2023 / 17:08 WIB
Harga Emas Terkoreksi Awal Pekan Ini, Simak Sentimennya
ILUSTRASI. Senin (11/12), harga emas turun 0,28% ke US$ 2.008,80 per ons troi per pukul 16.40 WIB.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas berlanjut turun pada perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (11/12), harga emas turun 0,28% ke US$ 2.008,80 per ons troi per pukul 16.40 WIB. 

Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer mengatakan, harga emas berada dalam tren reversal jelang pertemuan The Fed pekan ini. Pejabat Federal Reserve telah dengan cermat memantau angka lapangan kerja, berupaya menangani inflasi yang mencapai level tertinggi dalam empat dekade.

"Hasil positif pada laporan tenaga kerja AS minggu lalu memperkuat nilai dolar dan menekan harga emas," kata Andrew dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/12).

Andrew mengatakan, The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 11-12 Desember 2023. Sementara pandangan The Fed terkait rencana untuk mulai memangkas suku bunga, masih belum pasti.

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Senin 11 Desember 2023, Cek Daftarnya di Sini

Sebelumnya, muncul ekspektasi bahwa The Fed bisa memangkas suku bunga paling cepat Maret 2024. "Investor mengurangi ekspektasi tersebut, mengingat The Fed sebagian besar mempertahankan pendiriannya bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama," kata Andrew. 

Lebih lanjut, respons pasar terhadap laporan lapangan kerja yang beragam mengindikasikan proyeksi ekonomi yang tidak pasti. Ada prediksi kuartal keempat yang menunjukkan perlambatan dan kenaikan yang moderat di tahun 2024, sementara sebagian besar fokus juga tertuju pada kebijakan Federal Reserve. Menurut Andrew, investor akan mencari petunjuk tentang bagaimana The Fed memandang perekonomian ke depan. 

Andrew mencatat, tingkat pengangguran AS turun menjadi 3,7% pada November 2023 dibandingkan dengan perkiraan sebesar 3,9%. Hal ini seiring dengan tingkat partisipasi angkatan kerja yang meningkat menjadi 62,8%.

Tingkat pengangguran yang mencakup pekerja yang putus asa dan mereka yang bekerja paruh waktu karena alasan ekonomi turun menjadi 7%, atau turun sebesar 0,2 poin persentase. Konsumen memegang peranan penting dalam perekonomian AS, dan berdasarkan sebagian besar ukuran, mereka bertahan dengan cukup baik. 

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Senin 11 Desember 2023, Cek Daftarnya di Sini

Selain faktor tadi, investor juga masih memperhatikan efek ketegangan di Timur Tengah yang meningkat pada akhir pekan kemarin. Dalam kondisi seperti ini, amat mungkin mempengaruhi kenaikan harga emas di saat yang bersamaan.

Harga emas yang mempertahankan level US$ 2.000 per ons troi selama hampir tiga minggu, mengindikasikan peningkatan optimisme atas prospek emas dalam beberapa bulan mendatang. 

Secara teknikal, terlihat adanya potensi beli (buy) dalam jangka panjang dan potensi jual (sell) dalam jangka pendek untuk pasar emas. Level resistance terpantau pada US$ 2.143,24 per ons troi, entry point di US$ 2.003,97 per ons troi, dan support di US$ 2.007,24 per ons troi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×