kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Harga minyak tenggelam, Brent turun 0,7% dan WTI melemah 1,5% ke US$ 24 per barel


Kamis, 26 Maret 2020 / 12:35 WIB
Harga minyak tenggelam, Brent turun 0,7% dan WTI melemah 1,5% ke US$ 24 per barel
ILUSTRASI. ilustrasi harga minyak mentah

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak mentah tergelincir menyusul kenaikan tiga hari, dengan prospek berkurangnya permintaan setelah meningkatnya jumlah negara yang memberlakukan larangan perjalanan akibat virus corona.

Mengutip Reuters, Kamis (26/3) pukul 12.00 WIB harga minyak mentah jenis Brent di ICE Futures kontrak pengiriman Juni 2020 turun 19 sen, atau 0,7%, menjadi US$ 27,20 per barel. 

Serupa, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Mei di Nymex turun 37 sen, atau 1,5%, menjadi US$ 24,12 per barel. Kedua kontrak turun sekitar 60% tahun ini.

Baca Juga: Minyak WTI turun ke US$ 24,45 per barel, di tengah turunnya permintaan dan stimulus

Pelemahan ini dipicu oleh lockdown dan larangan berpergian yang dilakukan sejumlah negara guna menekan penyebaran virus corona. Hal ini membuat permintaan minyak diperkirakan bakal ambruk. 

Bahkan sentimen tersebut membuat harapan dari stimulus yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 2 triliun hilang begitu saja. 

"Pasar minyak menerima tumpangan dari obrol stimulus AS, tetapi sebagian besar kegiatan tetap tanpa kemudi, tenggelam dalam lautan minyak," kata Stephen Innes, ahli strategi pasar di AxiTrader.

Senat AS akhirnya mendukung rencana stimulus sebesar US$ 2 triliun yang bertujuan membantu pekerja dan industri yang menganggur dirugikan oleh epidemi virus corona.

Tetapi dengan permintaan kontrak cepat dan output meningkat, prospek minyak tetap redup.




TERBARU

Close [X]
×